24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi./IST
Harianjogja.com, JOGJA—Para ekonom menilai melemahnya nilai tukar rupiah dapat diatasi dengan mengambil langkah strategis, salah satunya yakni meningkatkan ekspor dan meminimalkan impor. Sementara di Jogja, produk jadi dianggap potensial untuk diekspor.
Kepala Dinas Perdagangan DIY Tri Saktiana menyebut ada beberapa komoditas yang potensial untuk ditingkatkan nilai ekspornya. Namun menurutnya yang paling potensial adalah produk jadi, baik berupa fesyen ataupun kerajinan. Sebab menurut Tri, secara bentang alam Jogja tidak punya cukup sumber daya untuk meningkatkan ekspor komoditas mentah seperti tambang, kayu, batu bara, atau komoditas lainnya. Namun Jogja memiliki sumber daya manusia kreatif yang menghasilkan produk-produk inovatif. "Artinya potensi ekspor kita ini bukan pada komoditas mentah tetapi komoditas olahan. Namun bukan yang hasil manufaktur yang diproduksi masal, lebih ke produk handmade yang diproduksi sedikit," katanya kepada Harian Jogja, Senin (3/9).
Tri mencontohkan produk batik yang punya ciri khas dan tidak bisa diproduksi oleh negara lain atau mebel yang menerapkan desain lokal yang unik. Kedua hal tersebut punya pangsa pasar yang besar di luar negeri. Selama ini Tri mengaku sudah ada ekspor produk jadi tersebut tetapi masih terus bisa ditingkatkan skalanya.
Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong masyarakat dan perajin untuk meningkatkan kualitas produknya dan berorientasi pada ekspor. Mindset tersebut menurut Tri harus ditanamkan agar perajin punya nilai tawar tinggi. Apalagi jika dibandingkan diekspor dalam bentuk mentah, produk jadi memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Namun Tri mengaku ekspor produk jadi ini pun masih mengalami kendala. Salah satunya yang paling serius misalnya untuk membuat batik, perajin membutuhkan bahan baku berupa pewarna kimia yang notabene merupakan produk impor. Sehingga saat rupiah melemah, harga bahan bakunya pun melejit. Mereka pun akan kesulitan memproduksi barang. Hal itulah yang seringkali dikeluhkan oleh perajin.
"Kami masih berusaha mencari substitusi bahan baku impor tersebut. Misalnya dengan memanfaatkan bahan alam yang ada di Indonesia," imbuhnya.
Sementara itu terkait potensi devisa dari ekspor krisan yang terus digenjot oleh Kementerian Pertanian, Tri menyebut budi daya krisan di Jogja belum berorientasi pada ekspor. Pasalnya produksinya masih sedikit dan baru bisa memenuhi kebutuhan lokal saja. Belum lagi permasalahan teknis ekspor yang masih berusaha dicari solusinya. Misalnya tentang bagaimana mekanisme ekspor krisan dari negara tropis ke negara empat musim di Asia Timur yang membutuhkan komoditas ini. "Belum bisa ekspor, kalaupun ada di Kulonprogo atau Gunungkidul, jumlahnya masih sedikit sekali," ujarnya.
Tekstil Fesyen
Peluang ekspor tekstil masih memegang peranan penting dalam upaya peningkatan devisa negara. Bagi DIY, salah satu turunan komoditas tekstil yakni industri kerajinan fesyen dapat menjadi komoditas strategis dalam mendorong ekspor.
"Komoditas ekspor DIY ini memiliki potensi dan banyak produk yang disukai oleh pasar luar negeri. Misalnya produk kerajinan yang diproduksi oleh UMKM," ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY Budi Hanoto seusai mengisi Pembukaan Kuliah Semester Gasal di Universitas Janabadra.
Dalam kegiatan yang mengusung tema Perkembangan Terkini Ekonomi DIY, Tantangan dan Harapan, Budi mengungkapkan ekspor merupakan salah satu peluang bagi DIY untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan devisa negara. "Komoditas ekspor paling tinggi masih didominasi dari tekstil dan produk turunannya. Komposisi ekspor tekstil mencapai 52 persen," ujar Budi.
Produk tekstil dan turunannya yang bergerak di bidang fesyen dinilai dapat menjadi salah satu produk unggulan untuk dipasarkan keluar negeri. Budi memaparkan industri kreatif yang mengarah pada fesyen harus dapat menjadi motor penggerak ekspor.
Lebih lanjut Budi mengungkapkan kerja sama dengan Badan Kerja Sama dan Penanaman Modal (BKPM) daerah dalam mencari buyer dari luar juga perlu untuk ditingkatkan. Diakui Budi, saat ini pasar ekspor nasional, bahkan DIY masih sangat bergantung pada pasar tradisional, khususnya Amerika Serikat.
"Untuk itu, perlu untuk segera mencari peluang pasar yang lain. Seperti Eropa Timur, Afrika maupun Timur Tengah," ungkap Budi.
Budi juga menambahkan untuk meningkatkan ekspor beberapa hal perlu untuk didorong. Agar produk yang diekspor dapat menembus pasar luar negeri, produk unggulan perlu dikurasi dan disertivikasi. Tujuannya, supaya produk tersebut layak ekspor dan memiliki daya saing tinggi.
Dia meyakini potensi DIY dalam mengembangkan produk-produk kelas premium sangat besar. Selain itu, penting dalam menjalin kerjasama dengan kedutaan besar serta diaspora untuk memperluas jaringan guna memperoleh kesempatan dalam membuka pasar-pasar baru. Pembentukan forum investor bagi DIY juga menjadi langkah strategis untuk dapat menjaring potensi-potensi investor dari dalam negeri yang ke depannya dapat membantu pemerintah dalam mencari potensi pasar ekspor.
"Harus ada penetapan Kawasan Ekonomi Khusus [KEK] yang memang untuk mengelola produk-produk unggulan DIY. Di sana nantinya para pengusaha atau pelaku UMKM bisa diberikan fasilitas dan insentif supaya bisa membuat produk berkualitas internasional. Lalu baru mencari terobosan pasar ekspor baru," jelas Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Surplus perdagangan DIY naik menjadi US$99,96 juta pada triwulan I 2026 meski ekspor dan impor melemah akibat tekanan ekonomi global.
Ratusan unit properti dipamerkan kepada para agen properti, investor, hingga para broker dalam acara bertajuk Mandiri Lelang Festival (MLF) 2026
Ghost In The Cell karya Joko Anwar sukses menembus 3 juta penonton di bioskop dan tetap kuat di tengah persaingan film baru Indonesia.
Cara membuat status WhatsApp pakai lagu kini makin mudah lewat fitur musik resmi, Spotify, hingga Instagram Stories. Simak tips agar audio tetap jernih.
Honda mengurangi ambisi kendaraan listrik dan kini fokus besar pada mobil hybrid setelah mengalami kerugian Rp47 triliun akibat proyek EV.