Garuda Indonesia Kaji Penyebab Biaya Operasional yang Membengkak

Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana Minggu, 07 Oktober 2018 20:30 WIB
Garuda Indonesia Kaji Penyebab Biaya Operasional yang Membengkak

Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra memberikan keterangan pers seusai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk di Garuda Centre, Tangerang, Banten, Rabu (12/9/2018).-Antara-Muhammad Iqbal

Harianjogja.com, JAKARTA—Garuda Indonesia mengkaji ulang beberapa faktor biaya operasional yang berisiko mengakibatkan pemborosan bagi maskapai pelat merah itu.

"Kami akan review terus dan akan diberlakukan bertahap. [Target kajian selesai] secepatnya," kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. I Gusti Askhara Danadiputra, Jumat (5/10/2018).

Rapor keuangan emiten berkode GIAA tersebut pada semester I/2018 masih merugi hingga US$144 juta kendati diklaim fakta tersebut sudah membaik dibandingkan dengan Semester I/2017 yang minus US$284 juta.

Komisaris Utama GIAA Agus Santoso telaha meminta jajaran direksi untuk melakukan semakin pandai dalam membuat terobosan pada bidang niaga dan efisiensi biaya operasional guna meningkatkan kinerja keuangan yang masih merugi.

"Saya sampaikan ada dua hal, yang pertama adalah meningkatkan revenue, yang kedua adalah efisiensi cost," kata Agus.

Menurutnya, kerugian dalam sebuah perusahaan bukan merupakan hal yang luar biasa. Namun, harus segera memikirkan langkah terobosan yang harus segera dilaksanakan untuk mengurangi kerugian maupun membalikkan menjadi keuntungan. Salah satu opsinya adalah menjadikan rute carter potensial ke Tiongkok menjadi rute reguler, seiring dengan besarnya turis asing dari negara itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis Indonesia

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online