UMKM DIY : Perda Pemanfaatan Produk Lokal, Perlukah?

UMKM DIY : Perda Pemanfaatan Produk Lokal, Perlukah?Ilustrasi industri mebel (JIBI/Bisnis - Dok.)
28 Januari 2015 01:20 WIB Redaksi Solopos Ekbis Share :

UMKM DIY, yakni Asmindo mendorong pemda menyiapkan perda pemanfaatan produk lokal.

Harianjogja.com, JOGJA- Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Asmindo DIY) mengharapkan pemerintah daerah setempat menyiapkan peraturan daerah yang mengatur tentang pemanfaatan produk lokal.

"Regulasi itu khususnya bisa diterapkan untuk industri perhotelan maupun properti lainnya yang ada di DIY untuk menggunakan produk lokal," kata Wakil Ketua Asmindo DIY, Endro Wardoyo, Senin (26/1/2015).

Menurut Endro peraturan daerah (perda) tersebut diharapkan mampu memperkuat perlindungan produksi domestik di tengah persaingan usaha yang ketat saat memasuki Masyarakat Ekonomi (MEA) ASEAN pada akhir 2015. Upaya kongkret perlindungan terhadap produk lokal itu misalnya diwujudkan dengan mewajibkan setiap usaha properti serta perhotelan di untuk mengisi perlengkapan interior menggunakan furnitur lokal, atau buatan perajin mebel di DIY.

"Misalnya mewajibkan 30-40 persen penggunaan produk lokal bagi hotel atau apartemen," kata dia.

Kendati demikian, ia mengatakan, sosialisasi mengenai persiapan, konsekuensi, maupun keuntungan saat memasuki MEA juga masih perlu digencarkan pemerintah kepada kalangan pengusaha di DIY agar mereka lebih berani bersaing.

Sementara itu, Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Mudrajad Kuncoro mengatakan menghadapi MEA 2015 pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan persaingan usaha guna melindungi produk lokal dari dominasi produk luar. Situasi akan berubah menjadi 'mimpi buruk' jika negara-negara yang melakukan transaksi usaha tersebut tidak memiliki hukum persaingan usaha di negaranya.

"Oleh karena itu tetap perlu ada upaya kontrol dari pemerintah agar persaingan tetap berlangsung sehat," katanya