Advertisement
WISATA INDONESIA : Datangkan Wisatawan, Promosi Lebih Efektif daripada Kegiatan
Advertisement
Wisata Indonesia terus berupaya mendatangkan wisatawan. Upaya promosi dianggap lebih efektif daripada kegiatan pariwisata
Harianjogja.com, SLEMAN- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenperkraf) menilai, peningkatan kegiatan promosi lebih efektif mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) dibandingkan penyelenggaraan event pariwisata.
Advertisement
Menteri Perkraf Arief Yahya mengatakan, pemerintah daerah banyak yang salah menerapkan strategi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisman. Alokasi dana kegiatan pariwisata diperbesar, sementara dana untuk melakukan promosi minim.
Arief pun mengingatkan, pemerintah daerah agar tidak terlalu banyak menghabiskan biaya untuk event kepariwisataan.
"Kalau itu yang dilakukan, maka kita seperti menonton tontonan yang dibuat sendiri. Seharusnya, kegiatan promosi ditingkatkan untuk mendatangkan wisman," ujar Arief saat menghadiri Seminar Nasional Pariwisata yang digelar Harian Jogja, di Sahid Rich Hotel Jogja, Rabu (29/4/2015).
Menurutnya, untuk meningkatkan kunjungan wisman harus mengetahui target utama, prioritas destinasi, originasi, alasan orang datang ke Indonesia, dan efektivitas media.
Jika semua hal tersebut sudah diketahui maka promosi pariwisata akan lebih efektif. Baginya, biaya promosi menjadi salah satu kunci menarik wisatawan. Dia membandingkan belanja promosi wisata di sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.
"Belanja promosi wisata di Singapura sebesar US$278 juta, Malaysia sebesar US$300 juta, Thailand sekitar US$213 juta. Sementara Indonesia sekitar US$49,6 juta. Ya cuma sekitar Rp300 Miliar, sementara Malaysia Rp3,5 Triliun," ujarnya.
Ia pun meminta kepada Presiden agar belanja promosi dinaikkan menjadi Rp1 triliun. Sebab, kegiatan promosi dinilai penting untuk meningkatkan jumlah wisman. Pihaknya akan mempromosikan apa yang disukai konsumen dan bukan yang disukai daerah.
Pemda juga harus memahami betul konsumen yang akan disasar, menggunakan bahasa dan media mereka. Dia pun dengan tegas menolak memberikan bantuan dana kegiatan kepada masing-masing Pemda.
"Saya hanya akan mendukung wisata daerah, tetapi bukan untuk kegiatan. Saya akan memberinya lewat belanja promosi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Lonjakan Arus Balik, InJourney Airports Siapkan Ribuan Extra Flight
- Harga Emas Pegadaian Naik Hari Ini 26 Maret, UBS Tembus Rp2,86 Juta
- Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Nilai Buyback Justru Merosot
- Okupansi Hotel di DIY Turun, Wisatawan Pilih Solo dan Magelang
- Ekspor Batu Bara Kena Pungutan Baru, Berlaku Mulai 1 April 2026
- Rupiah Menguat Tipis Saat Pasar Menunggu Sinyal Damai Iran
- Pemerintah Berupaya BBM Subsidi Tetap Aman Saat Dunia Bergejolak
Advertisement
Advertisement




