Advertisement
PROGRAM 35.000 MEGAWATT : Proyek Pembangkit Listrik Berbiaya Rp1.100 Triliun Dimulai
Advertisement
Program 35.000 Megawatt berupa pembangkit listrik berbiaya Rp1.100 triliun dimulai
Harianjogja.com, BANTUL- Proyek pembangkit listrik 35.000 mega watt (MW) berbiaya Rp1.100 triliun diluncurkan Presiden RI Joko Widodo di Pantai Goa Cemara, Desa Gadingsari, Sanden, Bantul, Senin (4/5/2015).
Advertisement
Proyek ini akan dikerjakan selama tiga tahun di 210 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Pembangkit listrik yang dibangun beragam mulai dari pembangkit bertenaga uap, air, gas hingga pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB).
"Apakah ini proyek ambisus? Tidak. Ini program terencana detil, dibackup regulasi. Akan terus saya pantau dan awasi," tegas Joko Widodo saat menyampaikan sambutan dalam peluncuran program listrik 35.000 MW di Bantul.
Pembangunan listrik 35.000 MW terbagi menjadi dua. Sebanyak 10.000 MW dikerjakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) sedangkan sisanya sebanyak 25.000 MW dikerjakan oleh pengembang listrik swasta atau independent power producer (IPP). Sehingga pembiayaan sebesar Rp1.100 triliun dapat ditanggung bersama.
Hingga saat ini, sebanyak 29 proyek sudah dalam tahap pengadaan dan pembangunan oleh pihak swasta dan PLN, lainnya baru akan dilelang maupun penunjukan langsung.
Pemerintah, kata Jokowi menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memantau jalannya proyek agar tidak melanggar aturan.
Untuk mempercepat pembangunan, pemerintah membackup program ini dengan berbagai regulasi. Antara lain dengan Undang-Undang (UU) No.2/2012 tentang pembebasan lahan, Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tentang pengadaan barang, regulasi perizinan yang dipermudah serta sejumlah kemudah aturan lainnya.
Jokowi menekankan pentingnya energi listrik sebesar 35.000 MW karena hingga detik ini baru 84% rumah tangga di Indonesia yang tersentuh listrik.
"Setiap saya pergi ke kota, kabupaten keluhannya defisit listrik, defisit listrik enggak ada yang lain. Mau bangun hotel, industri nunggu listriknya ada. Kapan mau investasi kalau listriknya enggak ada," ujar presiden.
Ditambahkannya, program listrik nasional 35.000 MW merupakan salah satu proyek besar dalam sejarah Indonesia. Selama hampir 70 tahun Indonesia merdeka, bangsa ini sampai sekarang hanya memiliki listrik sebesar 50.000 MW. Namun dalam tiga tahun, listrik sebesar 35.000 MW ditargetkan dapat terwujud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Aturan Baru Valas Diperketat BI, Transaksi Besar Mulai Dibatasi
- Indonesia Cari Sumber Baru Impor Minyak Mentah
- Pertamina Sebut Amankan Pasokan Energi Sebelum Gejolak Timur Tengah
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Konflik AS-Iran Ancam Harga Minyak, Tekan Fiskal Indonesia
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Investigasi Perdagangan AS
- Menhub Pastikan Diskon Tiket Pesawat Mudik 2026 Berjalan
- Harga Pangan Selasa 17 Maret 2026: Cabai Rawit Merah Rp90.000
- BI DIY Siapkan Rp4,99 Triliun untuk Lebaran, Rp3,5 Triliun Terserap
- Skema Kerja Fleksibel Disiapkan Pemerintah untuk Tekan Konsumsi Energi
- Harga Minyak Dunia Bergerak, BBM Subsidi Belum Ikut Naik
- Indonesia Cari Sumber Baru Impor Minyak Mentah
Advertisement
Advertisement





