PERBANKAN SYARIAH : Kinerja BNI Syariah Dinilai Optimal

PERBANKAN SYARIAH : Kinerja BNI Syariah Dinilai OptimalPetugas melayani nasbah di kantor Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Jakarta, belum lama ini. Bank tersebut membukukan total pembiayaan senilai Rp10,95 triliun per November 2013 atau tumbuh 50% dibandingkan periode yang sama tahun 2012. (Dwi Prasetya/JIBI - Bisnis)
03 Oktober 2016 01:20 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Perbankan Syariah terus mengalami pertumbuhan

Harianjogja.com, JAKARTA--Kinerja BNI Syariah triwulan kedua pada sisi neraca dipandang optimal. Hal itu terlihat pada pertumbuhan aset Year on Year (YoY) naik sebesar 23,12% dari Rp20,85 triliun pada Juni tahun lalu menjadi sebesar Rp25,68 triliun.

Direktur Utama BNI Syariah.Imam Teguh Saptono mengungkapkan, pertumbuhan aset ini didorong oleh pertumbuhan pada pembiayaan sebesar 13,36% dan DPK sebesar 26,05% terhadap posisi tahun sebelumnya pada periode yang sama. Pembiayaan pada Juni 2015 sebesar Rp16,74 triliun berhasil tumbuh menjadi Rp18,98 triliun pada Juni tahun ini.

Pertumbuhan ini dilakukan dengan penjagaan terhadap kualitas pembiayaan sehingga NPF triwulan kedua 2016 ini terjaga di level 2,80%. Angka ini di bawah rata-rata industri perbankan syariah.

Di sisi lain, DPK yang pada Juni tahun lalu sebesar Rp17,32 triliun meningkat menjadi Rp21,83 triliun pada Juni 2016, dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 47,12 % naik dari 46,86% di tahun sebelumnya.

Dari total pembiayaan sebesar Rp18,98 triliun tersebut, sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer yaitu 52,96%, disusul pembiayaan ritel produktif/SME sebesar 22,78%, pembiayaan komersial sebesar 16,38%, pembiayaan mikro sebesar 5,77%, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 2,11%. Untuk pembiayaan konsumer, maka sebagian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah, yakni sebesar 86.02%.

"Walaupun tahun ini ekonomi masih belum menunjukan perbaikan yang cukup berarti karena masih dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global yang melambat, kami bisa tumbuh dengan baik," kata dia.

Adapun laba bersih semester pertama 2016 tercapai sebesar Rp145,65 miliar atau naik sebesar 45,73% dibanding tahun sebelumnya Juni 2015 sebesar Rp99,94 miliar. Pertumbuhan laba tersebut, pada satu sisi, disokong oleh ekspansi pembiayaan yang terjaga kualitasnya. Di sisi lain, hal ini dikontribusikan oleh komposisi rasio dana murah serta efisiensi operasional yang juga terus membaik.

Karena kinerja yang baik, BNI Syariah yang memperoleh The Most Improved Islamic Bank 2016 berdasarkan laporan keuangan dan kinerja tahun 2015. Penghargaan itu didapat dalam 6th Global Islamic Finance Awards 2016 yang diselenggarakan oleh Edbizconsulting dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai tuan rumah.

"Penghargaan ini menjadi tonggak untuk terus berinovasi dalam produk dan layanan syariah sesuai kebutuhan nasabah dengan mengedepankan konsep Hasanah Lifestyle Banking," kata dia.

Ia menjelaskan, konsep tersebut merupakan sebuah konsep one stop service banking yang menawarkan kemudahan transaksi dari mulai produk dana, pembiayaan serta layanan, dan teknologi yang terintegrasi dengan BNI induk sehingga nasabah dapat dengan mudah melakukan transaksi dalam genggaman kecanggihan teknologi BNI.

Untuk mendukung hal tersebut, saat ini BNI Syariah memiliki program riba amnesty, yakni melakukan gaya hidup Hasanah dengan menjalankan transaksi keuangan secara syariah melalui bank-bank syariah sebagai penerima riba amnesty. Melalui program ini, BNI Syariah mengajak masyarakat untuk merasakan syukurku, nikmatku dengan taubat (memohon ampunan kepada Allah SWT), hijrah (memilih untuk mengelola keuangan sesuai dengan prinsip syariah), dan tawakal (berserah diri kepada Allah SWT dengan meninggalkan sisa riba).