Berkat Bonus Demografi, ASEAN Berpeluang Kembangkan Ekraf

Berkat Bonus Demografi, ASEAN Berpeluang Kembangkan EkrafIlustrasi ASEAN. - ASEAN
11 Mei 2018 21:30 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Sekitar 60% penduduk di kawasan ASEAN berusia di bawah 40 tahun. Situasi ini berkontribusi besar pada pengembangan bisnis kreatif, termasuk perdagangan elektronik. 

"50 Persen dari pasar ASEAN berusia bawah 30 tahun, dan 60 persen lainnya di bawah 40 tahun. Artinya, 60 persen dari 620 juta adalah 350 juta anak muda," kata Kepala Pusat Kajian Kewirausahaan ASEAN, Taufan Teguh Akbari, dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (10/5/2018). 

Ini adalah apa yang disebut bonus demografi sehingga kawasan itu harus mengoptimalkan populasi besar generasi muda untuk berkontribusi dalam meningkatkan perdamaian, kemakmuran, dan masyarakat, tambah Taufan. 

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi kreatif, industri kreatif, dan kota kreatif telah menjadi kata kunci di kota-kota besar di Indonesia, yang melibatkan kaum muda sebagai pemain utama, kata dia. 

"Sektor industri kreatif ini penting karena orang-orang di industri kreatif membantu membentuk masa depan tentang bagaimana kita menampilkan diri sebagai warga negara Indonesia yang juga menjadi anggota masyarakat global," kata Taufan. 

Ekonomi kreatif di Indonesia, kata dia, terdiri atas 16 subsektor, yaitu, aplikasi dan pengembangan gim, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, busana, serta film, animasi, dan video. Subsektor lainnya adalah fotografi, kerajinan, seni kuliner, musik, penerbitan, iklan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi dan radio. 

LSPR-Jakarta telah mendirikan Pusat Kajian Kewirausahaan Kreatif ASEAN (CACS) yang memiliki peran dalam mengarahkan siswa untuk berpikir kreatif sebagai pengusaha. "Jadi ketika mereka lulus, mereka bisa bersaing, bertahan dan menjadi pengusaha kreatif yang profesional dan sukses, kata dia. 

Dalam beberapa tahun terakhir, departemen baru dalam industri kreatif dan desain telah dengan cepat didirikan di berbagai universitas dan sekolah menengah kejuruan di seluruh Tanah Air.

Sekolah-sekolah ini membantu mempromosikan gagasan industri kreatif sebagai pilihan karier yang layak untuk para pemuda. "Orang yang inovatif adalah pondasi dari masyarakat yang berkembang", kata Taufan. 

Dengan menyediakan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang difasilitasi oleh sistem pembelajaran yang kuat akan terbentuk generasi muda yang inovatif dan kreatif.

Sumber : Antara