OPINI: Ketika Tindakan Bunuh Diri Terinspirasi Film Drama Korea
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)./Bisnis Indonesia-David Eka Issetiabudi
Harianjogja.com, BATAM–Komisi Pengawas Persaingan usaha (KPPU) tengah fokus mengawasi struktur sektor perbankan dan jasa keuangan. Sebab hingga sekarang masih didapat sejumlah persoalan. Misalnya net interest margin (NIM) yang lebih besar dibanding sejumlah negara tetangga.
“Kami terus memantau struktur pasar perbankan dan jasa keuangan. Tujuannya mendorong perbankan yang semakin efisien dengan bunga rendah,” ujar Wakil Ketua KPPU RI Ukay Karyadi di Radisson Hotel, Jumat (25/5).
Ada sejumlah variabel yang menyebabkan NIM di Indonesia relatif lebih tinggi dibanding negara-negara di sekitar. Namun salah satu indikasi yang dilihat oleh KPPU adalah karena posisi perbankan besar yang terlalu dominan di pasar tabungan dan kredit.
“Walaupun Bank di Indonesia jumlahnya ratusan, pasar simpanan dan kredit relatif dikuasai oleh bank-bank besar,” ujarnya.
Kondisi ini terbilang riskan. Jangan sampai posisi dominan tersebut dimanfaatkan untuk menentukan suku bunga di antara kelompok bank-bank besar ini. Sementara bank kecil hingga menengah hanya akan mengikuti tren yang sudah dibentuk.
“Ini harus diperhatikan. Kami sendiri belum bisa memastikan atau memutuskan. Baru memantau,” jelasnya.
Dalam beberapa tahun terakhir bank sentral telah menurunkan suku bunga acuan. Namun suku bunga pinjaman di Bank cenderung tak mengalami penurunan yang signifikan.
Di pasar simpanan, bank memiliki posisi tawar lebih kuat kepada nasabah. Karena itu, Bank bisa menentukan suku bunga simpanan. Sementara nasabah hanya bisa mengikuti suku bunga yang ditetapkan oleh Bank.
Sementara itu, di pasar Kredit, Bank juga punya posisi tawar lebih kuat. Karena jumlah peminjam lebih banyak dibanding Bank. Di sisi ini Bank juga punya posisi untuk menentukan besaran bunga kredit yang disalurkan.
Pada pengamatannya, suku bunga kredit hanya bisa turun hanya pada program yang diintervensi pemerintah. Sebut saja seperti kredit usaha rakyat (KUR) yang bunga pinjamannya di bawah 10%.
“Bank biasanya memberikan suku bunga pinjaman UMKM sekitar 21%. Setelah intervensi pemerintah, barulah turun sampai di bawah 10 persen. Namun banknya sendiri, tak menurunkan suku bunga hingga single digit,” tuturnya.
Menurutnya jika efisiensi perbankan bisa dilakukan, maka suku buka kredit juga akan bisa didorong hingga angka minimal. Dengan demikian Dengan demikian sektor-sektor usaha bisa mendapatkan pembiayaan dengan bunga terjangkau dari perbankan.
Sektor-sektor konsumsi juga akan bisa bergerak lebih baik, karena masyarakat bisa mendapat fasilitas kredit konsumsi dengan bunga yang lebih terjangkau. Dia percaya, efisiensi perbankan bisa mendorong ekonomi di sektor riil jadi lebih baik.
“Bank menggunakan modal yang murah, produknya bisa lebih efisien. Kita yakin perputaran ekonomi juga akan jauh lebih baik,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
Destry Damayanti diusulkan menjadi Gubernur BI oleh Prabowo. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, dan rekam jejaknya di Bank Indonesia.