Advertisement
Gara-Gara Tikus, Uang Senilai Rp250 Juta Koyak di ATM
Uang rusak di sebuah ATM di India - Twitter
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Sejumlah teknisi terkejut bukan kepalang ketika mereka datang memperbaiki sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang rusak di Negara Bagian Assam, India.
Mereka mendapati uang kertas senilai lebih dari 1,2 juta rupee atau setara hampir Rp250 juta dalam kondisi terkoyak. Pelakunya diduga adalah gerombolan tikus.
Advertisement
Kepolisian setempat mengatakan kepada harian The Hindustan Times bahwa hewan-hewan pengerat itu amat mungkin masuk ke dalam mesin melalui celah kabel.
Uang tunai yang sobek seperti kena gigitan tersebut berasal dari ATM State Bank of India di Distrik Tinsukia. Foto-fotonya marak dibagikan di Twitter.
Salah satu foto menampilkan seekor tikus mati terbaring di tumpukan uang sebagaimana dikutip BBC.com, Rabu (20/6).
Pejabat kepolisian, Prakash Sonowal, mengatakan kepada The Hindustan Times bahwa mesin ATM itu sudah dalam kondisi rusak selama 12 hari.
Uang yang sobek-sobek terdiri dari pecahan 2.000 dan 500 rupee. Setelah disortir, para teknisi dapat menyelamatkan 1,7 juta rupee di ATM tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Indosat Hentikan Iklan IM3 Soal Zakat yang Viral dan Menuai Protes
- Stok Beras Digenjot, Bulog Siapkan Langkah Hadapi Kemarau Panjang
- Update Harga Emas Hari Ini, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
- Harga Pangan dan BBM Tekan Inflasi Jogja Saat Lebaran
- Forbes April 2026: Kekayaan Elon Musk Tembus Rp13.746 Triliun
Advertisement
Advertisement









