Advertisement
Perusahaan Pembiayaan Tersandung Kasus, Pertumbuhan Multifinance Tipis
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Penyaluran pembiayaan multifinance diyakini dapat tumbuh sekitar 6%-7% pada semester I/2018 di tengah industri perbankan yang kian selektif menyalurkan pendanaan kepada multifinance.
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Nonbank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi memproyeksi penyaluran pembiayaan multifinance dapat tumbuh sekitar 6%-7% pada semester I/2018, kendati dia tetap berharap industri pembiayaan dapat tumbuh 10% hingga akhir tahun.
Advertisement
Data statistik OJK per Mei 2018 menunjukkan jumlah aset tercatat sebesar Rp493,50 triliun atau tumbuh 8,31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Piutang pembiayaan sebesar Rp427,41 triliun atau tumbuh 6,37% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Pembiayaan multiguna masih mendominasi piutang pembiayaan tercatat tumbuh 8,36%. Diikuti pembiayaan investasi yang tumbuh 13,17%, selanjutnya pembiayaan modal kerja 0,92%. Sementara itu, pembiayaan berdasarkan prinsip syariah tercatat -26,33%. "Terus bertumbuh karena penetrasinya sama besar, penjualan kendaraan bermotor dan mobil juga naik," katanya pekan lalu.
BACA JUGA
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Suwandi Wiratno memproyeksi pertumbuhan piutang pembiayaan pada semester I/2018 hanya mencapai target pesimis sebesar 6%, begitu pula pertumbuhan aset sebesar 8%. Saat ini pertumbuhan lembaga pembiayaan sedikit terhambat karena beberapa bank kian selektif dalam menyalurkan pendanaan ke multifinance. Hal ini seiring dengan sejumlah kasus yang menimpa perusahaan pembiayaan. "Tapi sebaikanya tidak gebyah uyah. Perbankan tetap menyalurkan, tetapi lebih selektif. Ini juga mengganggu likuiditas dari industri pembiayaan," katanya, Selasa (3/7).
Dia berharap pertumbuhan pada semester II/2018 dapat lebih baik kendati dihadapkan pada sejumlah tantangan seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan penaikan tingkat suku bunga bank sentral. Pertumbuhan piutang pembiayaan dan aset hingga semester II diproyeksi masih akan sama dengan tahun lalu masing-masing sebesar 6%-7% dan 8%-10%, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang diproyeksi sekitar 5,2%.
"Dengan harapan Pilkada 2018 berlangsung aman, tidak ada demo dan sebagainya, maka ekonomi akan tumbuh. Kami optimistis pertumbuhan [aset] 8 persen-9 persen dapat seharusnya dapat tercapai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
Advertisement
Tips Merawat Burung Murai Batu agar Rajin Bunyi dan Siap Lomba
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BSI Salurkan Zakat Rp289 Miliar ke BAZNAS, Terbesar di Indonesia
- Tempe Indonesia Tembus Chile, Nilai Ekspor Rp2,1 Miliar
- Inflasi DIY Maret 2026 0,45 Persen, Lebih Rendah dari Februari
- Aturan BBM Subsidi Baru, Logistik Nasional Terancam Terganggu
- WFH ASN Dimulai, Trafik Internet Diprediksi Tak Ada Lonjakan
Advertisement
Advertisement








