Per 17 Januari, Tukar Tiket Kereta Api Makin Mudah

Per 17 Januari, Tukar Tiket Kereta Api Makin MudahIlustrasi pelintasan kereta api. - Bisnis Indonesia/Endang Muchtar
17 Januari 2019 21:10 WIB Rheisnayu Cyntara Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Terhitung sejak 17 Januari, penumpang kereta api makin dimudahkan dalam menukarkan tiket keberangkatan. Jika sebelumnya penukaran tiket harus dilakukan di stasiun keberangkatan, kini PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan aturan baru. Penumpang bisa check in atau mencetak boarding pass di seluruh stasiun online yang melayani KA jarak jauh.

Manager Humas PT KAI Daop 6 Jogja Eko Budiyanto menjelaskan mulai 17 Januari pukul 15.00 WIB PT KAI memberlakukan aturan baru terkait check-in. Bagi penumpang yang telah mendapatkan bukti pembelian tiket kereta api baik berupa blanko tiket putih, email notifikasi, struk, dan e-ticket kini dapat melakukan check-in dengan mencetak boarding pass pada mesin Check-In Counter di semua stasiun online yang melayani KA jarak jauh. Tidak harus di stasiun keberangkatan sesuai rute yang tertera pada tiket.

Eko menuturkan aturan check-in di seluruh stasiun online cukup berbeda dengan aturan sebelumnya. Yakni check-in hanya dapat dilakukan mulai H-7 hingga H-1 atau 24 jam sebelum keberangkatan kereta api. Misalnya penumpang KA Argo Parahyangan relasi Gambir-Bandung yang akan berangkat 2 Februari 2019, penumpang dapat check-in di Stasiun Semarang Tawang selambat-lambatnya 1 Februari 2019 atau 24 jam sebelum jadwal kereta api berangkat. Artinya bisa dilakukan di mana saja meski bukan rute relasinya.

"Misalnya lagi berangkat Jogja-Surabaya untuk tiket pulang ke Jogja bisa ditukar di stasiun Jogja tidak harus di Surabaya," kata Eko pada Kamis (17/1/2019).

Menurut Eko, yang perlu diperhatikan jika waktu keberangkatan kurang dari 24 jam, penumpang hanya bisa melakukan check-in di stasiun keberangkatan dan stasiun antara sesuai relasi tiket kereta api. Eko menyebut perubahan aturan ini bertujuan untuk memudahkan penumpang yang ingin melakukan check-in jauh-jauh hari dari stasiun online terdekat yang mereka inginkan. Selain itu dengan adanya aturan baru, hal ini diharapkan mampu mencegah keterlambatan penumpang dikarenakan adanya antrean check-In di mesin check-In counter pada hari keberangkatan yang membeludak.

Selain aturan baru tersebut, Eko mendorong penumpang KA untuk memanfaatkan fitur e-boarding pass pada aplikasi KAI Access. E-boarding pass merupakan boarding pass elektronik yang diterbitkan melalui aplikasi KAI Access versi terbaru yang secara resmi dirilis pada 2 Oktober 2017 lalu. Fitur ini membuat penumpang tidak perlu lagi repot-repot mengantre di mesin Check-In Counter untuk check-in. Penumpang cukup melakukan scan barcode boarding pass pada aplikasi KAI Access di smartphone penumpang saat pemeriksaan boarding gate dengan tetap menunjukkan kartu identitas yang sesuai dengan data pada tiket.

Menurut Eko, untuk dapat mengakses layanan ini, setiap penumpang wajib mengunduh aplikasi KAI Access terlebih dahulu di smartphone dan memesan tiket melalui aplikasi tersebut. Setelah membeli tiket, e-boarding pass dapat diakses oleh penumpang mulai dari dua jam sebelum keberangkatan kereta apinya.
"Nanti untuk pemeriksaan di dalam kereta akan diterapkan sistem yang sama jadi tidak perlu tukar boarding pass di mesin Check-In Counter," ujarnya.

Eko menekankan ada beberapa informasi mengenai e-boarding pass yang harus diketahui oleh pengguna jasa KA. Di antaranya, e-boarding pass hanya dapat diterbitkan khusus pemesanan tiket kereta api via aplikasi KAI Access versi terbaru dan dapat diunduh mulai dari dua jam sebelum keberangkatan KA. Jika sudah menerbitkan e-boarding pass melalui aplikasi KAI Access, secara otomatis penumpang tidak dapat mencetak boarding pass di mesin check in di stasiun, atau sebaliknya.

Eko menambahkan fitur-fitur yang mengadaptasi teknologi ini, membuat proses pelayanan penumpang di stasiun keberangkatan menjadi kian praktis. Ia berharap dengan berbagai kemudahan ini, penumpang menjadi lebih nyaman dalam melakukan perjalanan kereta api dari mulai sebelum keberangkatan, selama perjalanan, hingga tiba di stasiun tujuan.

"Apalagi sekarang antara yang menggunakan e-boarding pass dengan boarding pass biasa juga hampir setara. Artinya masyarakat sudah makin menerima inovasi dari KAI ini," tuturnya.