Perusahaan Otobus Bidik Segmen Wisata

Perusahaan Otobus Bidik Segmen WisataSuasana pengosongan di salah satu rumah warga penolak di Dusun Sidorejo, Glagah, Kamis (19/7/2018). - Harian Jogja - Uli Febriarni
24 Januari 2019 06:33 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berencana membuat kereta api–kereta api jarak jauh berhenti di stasiun kereta Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) sebagai salah satu akses pendukung menuju bandara. Tidak hanya itu, nantinya juga akan disiapkan shuttle bus untuk mengangkut penumpang dari Stasiun Wojo ke Bandara NYIA.

Bagi pelaku usaha perusahaan otobus (PO) peluang yang terbuka lebar adalah penyediaan jasa kendaraan wisata. "Sepengetahuan kami, bandara di Kulonprogo untuk wisatawan. Kalau wisata kami sudah siap. Hampir 90 persen PO sudah melakukan peremajaan kendaraan untuk wisata," papar Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY V Hantoro, Selasa (22/1).

Untuk kendaraan umum yang mengangkut penumpang ke bandara, ia melihat peluangnya kecil karena sekarang ini kendaraan umum tergeser oleh kendaraan pribadi. Keterisian penumpang bus antarkota dalam provinsi (AKDP) hanya 7%.

"Kalau nantinya yang dikembangkan tidak hanya wisata, tetapi juga industri, mungkin ada peluang. Selain itu, harus ada jalur khusus bandara," kata dia.

Ia menghitung untuk kendaraan dengan sirkulasi cepat, yang cocok untuk angkutan ke bandara adakah kendaraan dengan kapasitas 12 hingga 14 orang. Namun, dengan kondisi lalu lintas saat ini yang padat jarak tempuh masih lebih dari satu jam 20 menit sehingga biaya akan mahal. Kecuali, jika pemerintah menyediakan jalur khusus ke bandara.

Pemilik PO Langen Mulyo Agus Andrianto mengaku untuk saat ini belum bisa menakar kebutuhan transportasi apa saja yang diperlukan. Kajian itu bisa dilakukan setelah bandara benar-benar selesai dibangun. "Kami akan lihat dulu. Setelah bandara ini jadi, kira-kira apa yang bisa kami ambil bagian?" tutur dia.