Harga Beras Naik Meski Stok Melimpah, Ini Penyebabnya
Harga beras terus naik meski stok melimpah. Pengamat ungkap penyebab utama dari mahalnya gabah hingga distribusi belum optimal.
Selebritis Gisella Anastasia sebagai konsumen Urban Quarter mengaku menyukai produk furnitur lokal/Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA--Dengan mengikuti gaya modern, furnitur produksi lokal yang sebelumnya tidak mendapat tempat di hati pecinta furniture kini bisa kembali diminati dan menjadi tren.
Creative Director Urban Quarter Adelaide Chintara mengatakan bahwa furnitur lokal dinilai kurang diminati oleh pembeli furnitur di Indonesia. Pihaknya kemudian berinovasi agar memacu produsen lokal untuk memproduksi furnitur bergaya moderen.
“Kami mencoba menciptakan peluang bagi produsen lokal supaya lebih diminati dengan memproduksi furnitur maupun pernak-pernik hiasan untuk hunian ataupun ruang kantor dengan berbagai konsep seperti moderen, mid century, scandinavian, hingga minimalis,” ujarnya kepada Bisnis usai acara Media Gathering di Jakarta, Selasa (29/1/2019).
Adelaide mengatakan, dengan menggunakan konsep-konsep tersebut, produk yang bergaya kekinian bisa menjadi tren karena bisa memenuhi kebutuhan masyarakat urban di Indonesia saat ini yang cederung mementingkan estetika ketika membeli furnitur.
Selain dari segi desain, harga yang lebih murah akan membuat furnitur produksi lokal akan makin diminati, terutama oleh milenial yang berjiwa muda berpenghasilan menengah.
“Harga produk lokal cenderung lebih terjangkau dengan desain produk berstandar internasional yang modern dan sleek sehingga sekarang produk lokal tidak kalah dengan produk furnitur dari luar negeri,” imbuhnya.
Selebritis Gisella Anastasia juga menuturkan sebagai konsumen bahwa dirinya kini makin cocok dengan produk furnitur lokal. “Produk-produk lokal sekarang, seperti yang ada di Urban Quarter sudah bisa memenuhi kebutuhan akan furnitur yang bergaya moderen, simpel, tapi tetap lokal. Ini jadi angin segar bagi para pencari furnitur yang seperti itu,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Harga beras terus naik meski stok melimpah. Pengamat ungkap penyebab utama dari mahalnya gabah hingga distribusi belum optimal.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.