Advertisement
Bank Indonesia Berkomitmen Jaga Masyarakat agar Tak pegang Uang Lusuh
Ilustrasi rupiah - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Berdasarkan data Bank Indonesia Kalimantan Selatan saat ini uang lusuh paling banyak beredar di pasar tradisional sehingga perlu sosialisasi kepada masyarakat untuk memperlakukan uang rupiah dengan baik.
Kepala Bank Indonesia Kalimantan Selatan Herawanto mengatakan, banyak masyarakat yang belum sadar tentang pentingnya menjaga kualitas uang Rupiah kertas. Sehingga, tambah dia, perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus dan berkala, seperti yang dilakukan tim Bank Indonesia di Pasar Terapung kali ini.
Advertisement
Tim Bank Indonesia yang dipimpin oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Dedy Budi Waluyo melakukan sosialisasi, terkait pentingnya menjaga kondisi uang kertas tetap baik dan layak edar.
"Saat ini, kami membawa uang berkualitas baik sebanyak Rp140 juta, untuk mengganti peredaran uang lusuh di tangan masyarakat Pasar Terapung," katanya di Jakarta, Minggu (3/2/2019).
BACA JUGA
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menjaga distribusi uang di daerah dan menjaga tetap layak edar. BI berkomitmen jangan sampai masyarakat, memegang uang lusuh, lecek dan bau, karena uang rupiah, adalah bagian dari simbol kedaulatan NKRI.
"Kami selalu berharap, masyarakat menjaga kelayakan uang rupiah dengan baik, jangan sampai diremes dan dipegang saat tangan dalam kondisi kotor," katanya.
Berdasarkan data, tambah dia, Bank Indonesia telah menarik uang tidak layak edar (UTLE) tahun 2017 sebanyak Rp6,9 triliun dan 2018 turun menjadi Rp3 triliun. Dari jumlah tersebut, yang dimusnahkan pada 2017 sebanyak Rp5,7 triliun dan 2018 sebanyak Rp2,8 triliun.
Sebelumnya, Tim Bank Indonesia Kalimantan Selatan menyusuri sungai Martapura dari Banjarmasin menuju obyek wisata Pasar Terapung Lok Baintan Kabupaten Banjar untuk menarik uang tidak layak edar dari para pedagang.
Tim Bank Indonesia yang dipimpin oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Dedy Budi Waluyo berangkat dari dermaga kapal kelotok di Banjarmasin pada Sabtu dini hari, untuk menyusuri sungai menuju Lok Baintan.
Menurut Herawanto, sosialisasi yang dilakukan, selalu mendapat sambutan antusias dari masyarakat maupun pengunjung Pasar Terapung. BI Kalsel, tambah dia, sering mengajak tamu dari Jakarta, untuk sosialisasi tentang pentingnya menjaga kualitas uang, sekaligus untuk menyaksikan keunikan perdagangan di Pasar Terapung.
Obyek wisata Pasar Terapung, merupakan wisata yang unik yang harus dilestarkan dan BI sangat mendukung dan merekomendasikan agar Pasar Terapung,tetap terjaga kelestariannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Pemkab Bantul Belum Terapkan WFH, Nilai Belum Efektif Hemat Energi
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Rencana WFH Seminggu Sekali Dinilai Belum Efektif Hemat BBM
- Update Harga Emas Hari Ini, Antam Naik, UBS dan Galeri24 Turun
- BI DIY: Inflasi Maret Berpotensi Naik Dipicu Permintaan Jelang Lebaran
- Jalur Selat Hormuz Terganggu, Produksi Minyak Kuwait Anjlok Drastis
- MBG Disorot Akademisi UGM, Muncul Usulan Pangkas Jumlah Penerima
- Krisis Energi, Purbaya: APBN Belum Diubah, Masih Aman
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
Advertisement
Advertisement







