Tekfin Ini Salurkan Kredit Kontraktor Senilai Rp2 Miliar untuk NYIA

Tekfin Ini Salurkan Kredit Kontraktor Senilai Rp2 Miliar untuk NYIAWarga melintas di kawasan pembangunan NYIA di Kecamatan Temon, Kulonoprogo, beberapa waktu lalu. Harian Jogja/Beny Prasetya
31 Maret 2019 19:37 WIB Dika Irawan Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Fintech p2p lending Danamart telah mengucurkan kredit pembiayaan senilai Rp2 miliar rupiah kepada PT Krisma Watu Land. Perusahaan ini merupakan salah satu sub kontraktor resmi BUMN Karya di proyek pembangunan bandara Kulonprogo, Jogjakarta.

Pengucuran kredit yang terbagi dalam tiga tahap tersebut dipergunakan untuk modal kerja pengerjaan salah satu bagian konstruksi penunjang bandara. CEO Danamart Patrick Gunadi mengatakan, selaku borrower PT Krisma Watu Land memilih layanan invoice financing yang dimiliki Danamart. Layanan ini merupakan pembiayaan usaha dengan invoice sebagai jaminan.

“Dengan mengoptimalisasi invoice menjadi jaminan, Krisma Watu Land selaku borrower memiliki benefit berupa kelancaran operasional dan pengembangan usaha. Jadi tidak perlu lagi menunggu pencairan invoice dari klien, dengan begitu modal usaha dapat berputar kembali,” katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (30/3/2019).

Lebih lanjut Patrick mengatakan, credit scoring Krisma Watu land masuk dalam kategori aman dan dengan persyaratan yang lengkap, pencairan dana hanya membutuhkan waktu 3 hari. Penyaluran pinjaman ini sesuai dengan misi Danamart, yakni berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Serta turut menyukseskan program pembangunan infrastruktur pemerintah melalui pengucuran kredit bagi borrower yang mendapatkan pengerjaan proyek infrastruktur dengan bunga yang kompetitif,” tutur Patrick.

Danamart, layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi mulai beroperasi 2018, telah menyalurkan pinjaman usaha hingga Rp20 miliar. Kucuran ini meliputi pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) dari seluruh Indonesia. Ditargetkan nilai kucuran ini tumbuh 10 kali lipat pada akhir 2019.

Sumber : Bisnis Indonesia