Kenalkan Konsep BUMR pada Generasi Milenial UGM

Kenalkan Konsep BUMR pada Generasi Milenial UGMTanri Abeng, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ketika memberi kuliah umum di UGM, Sleman, Senin (15/4)./ Ist - Pertamina MOR IV
16 April 2019 08:47 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN–Pertamina berkomitmen mendukung dan memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, Pertamina juga mendukung perkembangan badan usaha milik rakyat (BUMR) yang dinilai akan bermanfaat meningkatkan kapasitas UMKM.

Unit Manager Communication Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Marketing Operation Region (MOR) IV Andar Titi Lestari menyampaikan Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen untuk terus mendukung dalam memajukan UMKM. “Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan [PKBL], Pertamina MOR IV berkomitmen untuk terus meningkatkan dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki UMKM di wilayah Jawa Tengah dan DIY,” jelas Andar ketika ditemui di Kopi TM, Jl Pandega Karya, Sleman, Senin (15/4).

Dalam kesempatan tersebut Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) dan juga sebagai Menteri Pendayagunaan BUMN pertama Indonesia, Tanri Abeng berbagi pandangan dan pengalamannya dalam mengelola perusahaan dan pandangannya terkait BUMN.

Gagasannya disampaikan dalam sebuah sesi kuliah umum yang bertemakan BUMN-Lembaga Pelaku Ekonomi Negara Dan Politik Ekonomi Inklusif Melalui BUMR. Acara diselenggarakan di Aula University Club Universitas Gadjah Mada (UGM) dan dihadiri sekitar 400 peserta.

Tanri Abeng memulai karier di bidang manajemen dan selama lebih dari 30 tahun ia berkecimpung di dunia bisnis. Selain itu, selama menjadi Menteri Pendayagunaan BUMN, ia merancang strategi agar BUMN mampu menciptakan nilai-nilai (value creation) guna meningkatkan daya saing serta mampu melakukan penetrasi bisnis di bidangnya masing-masing.

Tanri Abeng mengungkapkan Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak potensi dan kaya akan sumber daya alam. Oleh karena itu, semua potensi perlu dikelola dengan baik sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945. BUMN sebagai Badan Usaha Milik Negara pun saat ini terus tumbuh dan harus terus mampu memiliki daya saing.

“BUMN sudah maju pesat, swasta sudah maju pesat, perusahaan asing sudah sangat maju, tetapi koperasi di dalam negeri masih tertinggal, manajemen profesional pun adalah basis dari kemajuan bangsa itu sendiri,” kata Tanri. 

Koperasi & UMKM

Ia mengungkapkan ada potensi yang besar dan memiliki kontribusi terhadap perkembangan pertumbuhan ekonomi di Indonesia yaitu melalui koperasi dan UMKM (usaha mikro dan kecil menengah). UMKM memiliki persentase sebesar 99,9% dari seluruh unit usaha yang berada di Indonesia. Tanri meyakini perekonomian Indonesia bakal maju jika didukung proses politik ekonomi inklusif.

Politik ekonomi inklusif  merupakan pengelolaan beberapa sektor unggul di Indonesia di antaranya seperti sektor pangan, sektor pertanian, sektor kelautan, dan sektor pariwisata. “Politik ekonomi inklusif merupakan konsep pengelolaan sektor unggul Indonesia yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia yang memiliki jiwa entrepreneurship, profesional, dan ahli di bidangnya serta didukung oleh peran pemerintah,” terang Tanri.

Pada kesempatan itu, Tanri juga menjelaskan salah satu cara untuk membesarkan UMKM sekaligus meningkatkan produktivitasnya, adalah mendirikan BUMR. Menurutnya, BUMR akan membuat UMKM untuk dapat dikelola dengan profesional dan mengorganisasikannya secara sistematis. Konsep BUMR bekerja dengan mengkolaborasikan koperasi dan UMKM serta dengan BUMN sebagai pelaku ekonomi.

 

Di hadapan peserta kuliah umum, Tanri Abeng pula meluncurkan sebuah buku yang berjudul, Pelajaran Bagi Bangsa, 50 Tahun Kinerja Profesional Tanri Abeng. Buku yang ditulis oleh peneliti Fachry Ali ini, banyak mengulas tentang pandangan, pengalaman dan perjalanan karier seorang Begawan Manajemen Indonesia tersebut.

Kegiatan yang berlangsung dihadiri oleh Dholly Arifun Dhalia selaku Vice President Promotion & Marketing Communications PT Pertamina (Persero), Tengku Fernanda selaku GM Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV. Hadir pula Wakil Rektor UGM Paripurna P Sugarda serta segenap civitas academica UGM.

"Beliau selalu tampil dengan profesionalitas pada semua rezim. Saat ini menjadi komisaris utama dari BUMN-BUMN terpenting di Indonesia, beliau salah satu dari sedikit ahli dan pejabat BUMN yang mampu membenahi BUMN dari hampir 50 persen rugi di masa krisis dulu. Dan kini beliau menjadi komisaris utama dari bumn terpenting di Indonesia yaitu PT Pertamina [Persero]", terang Paripurna P Sugarda.