Penghasilan Pengemudi Gojek di Jogja Berkali Lipat dari UMK, Ini Besarannya

Penghasilan Pengemudi Gojek di Jogja Berkali Lipat dari UMK, Ini BesarannyaPemaparan hasil riset kontribusi Gojek bagi perekonomian nasional dan DIY di Jogja, Jumat (3/5/2019) - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
03 Mei 2019 21:47 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Riset mengenai sumbangan penyedia ojek online Gojek pada ekonomi Indonesia dan DIY mengungkap berapa penghasilan yang rata-rata diterima pengemudi ojek daring tersebut di DIY.

Berdasarkan hasil penelitian Lembaga Demografi (LD) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) kontribusi mitra Gojek terhadap perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2018 mencapai Rp2,5 triliun. Secara nasional LD FEB UI mengungkapkan kontribusi mitra Gojek pada perekonomian nasional sebesar Rp44,2 triliun.

Wakil Kepala LD FEB UI Paksi C.K Walandouw menjelaskan kontribusi tersebut berasal dari mitra empat layanan Gojek yaitu layanan roda dua Go Ride, roda empat Go Car, Go Food, dan Go Life.

Hasil riset tersebut merupakan bagian dari riset bertajuk Dampak Gojek terhadap Perekonomian Indonesia pada tahun 2018. Studi serupa pada 2017 menunjukkan kontribusi Gojek dari dua layanan yaitu roda dua dan UMKM di DIY mencapai Rp545 miliar.

"Kontribusi Gojek yang semakin besar menunjukkan teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi tidak hanya secara nasional, tetapi juga ke perekonomian daerah. Gojek telah menunjukkan kemampuan inovasi teknologinya untuk memperluas peluang penghasilan di daerah," ujar dia dalam jumpa pers di The Grand Palace Hotel Yogyakarta, Jogja, Jumat (3/5/2019).

Adapun angka kontribusi ekonomi mitra Gojek terhadap perekonomian DIY pada 2018 dari masing-masing layanan yakni Rp796 miliar dari Go Ride, Rp124 miliar dari Go Car, Rp1,6 miliar dari UMKM Go Food, dan Rp28 miliar dari Go Life. Kontribusi UMKM Go Food pada 2018 menunjukkan kenaikan lima kali lipat dibandingkan hasil penelitian 2017.

Ia mengungkapkan rata-rata pendapatkan mitra Go Ride di DIY Rp4 juta atau lebih tinggi 2,3 kali dari UMK DIY pada 2018. Sementara, rata-rata pendapatan mitra Go Car di DIY sebesar Rp5,6 juta atau lebih tinggi 3,2 kali dari UMK 2018 dan rata-rata pendapatan mitra Go Life sebesar Rp4 juta atau lebih tinggi 2,3 kali dari UMK 2018.

"Selain kontribusi secara ekonomi, penelitian ini juga menunjukkan ada tiga manfaat utama yang dirasakan mitra pengemudi Gojek yaitu bisa mengatur waktu kerja, bisa membiayai keluarga, dan memiliki waktu lebih bersama keluarga," jelas dia.

Kemudian, soal mitra UMKM Go Food, keutamaan Gojek di bisnis pesan antar makanan online tercermin dari 99% mitra UMKM menyatakan pertama kali go online saat bergabung dengan Go Food. Sebesar 95% mitra UMKM mengalami peningkatan volume transaksi. Rata-rata peningkatan omzet mitra UMKM setelah bergabung Go Food sekitar Rp8,5 juta per bulan.

Sebanyak 79% mitra UMKM pertama kali menerima pembayaran nontunai saat masuk ke Go Food dan 42% UMKM yang menginvestasikan kembali ke pendapatannya dari Go Food ke usaha mereka. Sementara, temuan menarik lainnya yakni 59% mitra Go Life adalah perempuan.