Advertisement
Peternak Ayam Masih Khawatir dan Lesu Karena Ini
Ilustrasi. - Bisnis/Endang Muchtar
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Peternak ayam broiler masih resah meski harga ayam ditingkat peternak mulai naik sejak anjlok selama 10 bulan terakhir.
Sebelumnya harga rata-rata ayam broiler di tingkat peternak antara Rp7.000-Rp8.000/ kilogram (kg). Jauh dari harga pokok produksi (HPP) yaitu sebesar Rp18.000/kg. Pemilik PT Intan Permata Mitra, Sigit Sulistyo mengatakan saat ini harga ayam hidup telah menyentuh harga kisaran Rp17.000/kg di tingkat peternak. Setelah aksi demo bagi ayam beberapa waktu lalu, menurutnya pemerintah langsung gerak cepat turun gunung.
Advertisement
Meski begitu tetap ada kekhawatiran pada peternak. “Karena kemarin harga remuk parah dua minggu dan harga di bawah HPP sudah 10 bulan jadi harga bagus ini baru empat hari belum ngefek ke cashflow. Peternakan rakyat masih khawatir dan lesu,” ujar Sigit, Senin (1/7).
Diharapkannya harga day old chicken (DOC) atau bibit ayam dan pakan tidak langsung naik akibat harga daging ayam yang naik signifikan ini. “Sekarang kan ada pemangkasan DOC dari pusat [telur HE/telur tetas di musnahkan] jadi di khawatir kan oleh peternak jadi langka DOC, dan pakan naik karena jagung juga naik,” ucapnya.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto mengatakan untuk harga ayam broiler di pasaran dinilainya masih stabil. “Untuk harga ayam broiler Rp30.000-Rp32.000/kg harga masih stabil fluktuasi tidak begitu besar cuman harga ditingkat produsen sepertinya sudah mengalami kenaikan,” ucapnya.
Ia berharap harga dalam kondisi stabil dan para produsen ayam potong untuk saling berkomunikasi dengan anggotanya tentang jumlah ayam yang diproduksi yang dapat memenuhi serapan pasar. “Jangan seperti sekarang ini memelihara ayam tanpa mempertimbangkan serapan pasar,” kata Yanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
KA Panoramic Kian Diminati, Jalur Selatan Jadi Primadona
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




