Ayam Murah Lagi, Peternak Kembali Resah

Ayam Murah Lagi, Peternak Kembali ResahIlustrasi - JIBI/Bisnis Indonesia/Endang Muchtar
07 Juli 2019 22:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Para peternak masih resah, setelah harga ayam kembali turun dalam beberapa hari terakhir meski sempat naik sedikit.

“Harga ayam broiler hidup di tingkat peternak kembali melemah. Harga mulai turun pada Kamis [4/7/2019]. Di wilayah Jawa Tengah-DIY harga berada di kisaran Rp17.000-Rp18.000 per kilogram, padahal sebelumnya sempat menembus Rp20.000 per kilogram,” ucap Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah-DIY, Parjuni, Minggu (7/7/2019).

Menurut Perjuni, seharusnya harga ayam hidup di tingkat peternak terjaga di angka Rp20.000 per kilogram dan tidak turun lagi. Pasalnya jika turun, peternak rakyat bakal kesulitan menjalankan usaha ternak.

Parjuni mengungkapkan penyebab tidak stabilnya harga dan kembali melemahnya harga tak lepas dari pasokan yang berlebih. Awal tahun lalu, kata Parjuni, sudah ada permintaan pengurangan bibit ayam tetapi tidak pernah dilakukan. Hal tersebut membuat stok menumpuk dan tidak bisa terserap pasar.

Kekhawatiran peternak bertambah karena masalah pakan, di mana peternak rakyat harus membayar pakan setiap bulannya. Kesulitan semakin bertambah karena harga pakan yang tidak kunjung turun.

“Tingginya harga pakan juga sangat kami sayangkan. Di awal tahun ada penurunan harga jagung dari Rp6.000 per kilogram menjadi Rp4.000 per kilogram, sedangkan harga pakan belum turun. Seharusnya bisa turun sampai Rp1.000 per kilogram. Saat ini harga pakan berada di kisaran Rp6.700 hingga Rp7.400 per kilogram,” ujarnya.

Ia mengungkapkan saat ini banyak peternak rakyat yang hanya bisa bergantung pada perusahaan besar, dan hal tersebut bisa berdampak buruk bagi peternak. Ia berharap pemerintah dapat menjadi penengah dalam persoalan ini. “Kami berharap pemerintah bisa menjadi wasit. Pemain yakni peternak rakyat yang notabene merupakan produsen bisa dilindungi, dan berani menindak produsen yang tidak patuh aturan,” ucapnya.

Salah satu pemilik warung makan di Kabupaten Gunungkidul, Bayu Prihartanto, mengungkapkan saat ini harga daging ayam dari pedagang di pasar sudah kembali tinggi yakni di kisaran Rp30.000 per kilogram. Beberapa waktu sebelumnya, harga turunm di kisaran Rp26.000 per kilogram. “Harga daging ayam sudah naik lagi, kemungkinan harga dari peternak ke pedagang juga naik. Kami tidak terlalu terpengaruh kenaikan harga,” ucapnya.