Dimsum, Makanan Kecil Teman Minum Teh

Dimsum, Makanan Kecil Teman Minum TehChef tamu dari W Hotels, Kuala Lumpur, Malaysia Chef Goh Koon Lai (tengah) ketika membuat dimsum di Yogyakarta Kitchen, Yogyakarta Marriott Hotel, Sleman, Jumat (16/8)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
29 Agustus 2019 07:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dimsum merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia termasuk DIY. Panganan serba kukus dan goreng ini merupakan makanan yang berasal dari Tiongkok. 

Dilansir dari Pergikuliner.com, dimsum hadir sejak zaman Dinasti Han (206 SM– 220). Dimsum terbagi menjadi dua, yaitu dimsum goreng dan kukus. Dimsum kukus biasanya disajikan dalam wadah bambu, dengan tujuan agar tetap hangat saat disantap.

Dimsum merupakan istilah dari Bahasa Kantonis yang memiliki arti makanan kecil, sedangkan dalam bahasa Mandarin disebut Dianxin yang secara harafiah berarti sedikit dari hati atau menyentuh hatimu. Hal ini sesuai dengan porsi per sajian yang kecil dan jumlahnya memang tidak banyak, hanya sekitar tiga hingga empat buah dalam satu piring atau wadah kukusan bambu.

Kudapan ini berasal dari jalur sutra khususnya di bagian Asia Tengah [zaman Dinasti Han] dan merupakan rute perjalanan yang sering dilalui pedagang, buruh, dan petani. Orang-orang yang berlalu lalang membutuhkan tempat istirahat dan kemudian mampir sejenak ke kedai, untuk menikmati teh dan makanan ringan.

Makanan ringan inilah yang sekarang dikenal dengan dimsum dan kemudian muncul istilah yumcha yang berarti minum teh bersama sambil menyantap dimsum. 

Pernah Punah

Kebiasaan makan dimsum ternyata pernah pudar sejenak. Hal ini dikarenakan salah satu tabib yang terkenal pada zaman itu, Hua Tuo mengatakan makan dimsum dapat mengakibatkan kegemukan. Akan tetapi masyarakat Kanton di Tiongkok Selatan tidak mempedulikan imbauan tersebut, malah menjadikan dimsum sebagai makanan tradisional untuk dinikmati dengan teh bersama teman-teman.

Dimsum bisa ditemukan di banyak restoran dan hotel di DIY. Salah satu hotel yang menyediakan dimsum yakni Yogyakarta Marriott Hotel. Hidangan ini kini tak hanya digandrungi warga Tionghoa, tetapi disukai banyak orang. Selain karena kelezatan nya, dimsum juga memiliki banyak kandungan vitamin, dan mineral.

"Oleh karena itu Yogyakarta Marriott Hotel pada Agustus ini menghadirkan Dim Sum Delight, all you can eat dengan mengundang Chef tamu dari W Hotels, Kuala Lumpur, Malaysia Chef Goh Koon Lai yang berpengalaman dalam mengolah hidangan dimsum," ujar Director of Food and Beverage (DoFB) Yogyakarta Marriot Hotel Dushyant Singh dalam jumpa pers, Jumat (16/8).

Ia menjelaskan dimsum memang banyak ditemukan di DIY karena merupakan makanan yang digemari masyarakat. Namun, banyak yang menyajikan dimsum dengan rasa yang sudah dimodifikasi agar sesuai dengan lidah masyarakat DIY. "Nah, kami ingin menunjukkan cita rasa dimsum yang asli sehingga kami sengaja mendatangkan chef dari Malaysia. Ia terkenal dengan citarasa dimsum asli khas Tiongkok. Masyarakat juga pasti langsung suka," jelas dia.

Ia menjelasan pencinta dimsum bisa menikmati promo pada 16-30 Agustus 2019 di Yogyakarta Kitchen. Sajian makan malam all you can eat dimsum ini disiapkan khusus oleh Chef Goh Koon Lai dari Marriott Culinary Team. Makanan yang dihidangkan mulai dari dried scallop crystal dumpling, black

olive vegetable dumpling dan chicken char siew bun serta masih banyak lagi kreasi dimsum yang dihadirkan dan dibuat langsung di dapur terbuka di Yogyakarta Kitchen. 

"Hanya dengan Rp168,l.000++ per orang. Selain bisa menikmati aneka pilihan dimsum tamu juga bisa menikmati hidangan dengan citarasa otentik Tiongkok terlengkap seperti bebek peking, nasi goreng XO, mi goreng Hong Kong, ayam szechuan, tahun angsio, udang telur mentega, ayam hainan dan live cooking BBQ serta aneka pilihan mi," kata dia.