Natal dan Tahun Baru, Pengusaha Bus Harapkan Ini

Natal dan Tahun Baru, Pengusaha Bus Harapkan IniSuasana di Terminal Bus Giwangan, Jogja, Senin (3/6/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
25 November 2019 08:27 WIB Rinaldi Mohammad Azka Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA—Libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), pengusaha angkutan penumpang harapkan kenaikan jumlah penumpang hingga 20%. Organisasi Angkutan Darat (organda) pun menyiapkan jam pemberangkatan tambahan. 

Keterangan tersebut disampaikan Ketua Bidang Angkutan Penumpang Organda, Kurnia Lesani Adnan. "Semoga peningkatan 20 persen dari tahun lalu, antisipasinya kami menyiapkan jam pemberangkatan tambahan dengan menaikkan trip masing-masing bus," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Minggu (24/11).

Dia menuturkan para perusahaan otobus (PO) tidak menambah armada atau menambah armada dari luar perusahaan menjelang musim puncak ini. Pasalnya, sejak Desember 2018, para pengusaha otobus ini sudah menambah unitnya secara bersamaan.

Dia optimistis lonjakan penumpang angkutan darat akan meningkat karena dua hal utama, yakni waktu libur yang tepat serta pengalaman menggunakan bus yang lebih baik. "Kalau melihat hari liburnya agak tanggung, tetapi bisa jadi mungkin malah terus sampai akhir pekan setelah 25 Desember 2019," paparnya.

Berdasarkan analisisnya, libur Natal 25 Desember 2019 jatuh pada Rabu, sehingga masyarakat cenderung memperpanjang liburnya hingga akhir pekan. Prediksinya, lonjakan akan terjadi pada Selasa 24 Desember 2019. Bagi yang tidak merayakan Natal, pergerakan akan terjadi antara 25 Desember-27 Desember 2019. "Itu tanggalnya menurut analisis saya, peningkatan pasti ada," imbuhnya.

Lebih lanjut, dia optimistis karena masyarakat mulai merasakan kenyamanan menggunakan angkutan umum daripada membawa kendaraan pribadi.

 

Menggalakkan Bus

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menuturkan saat ini pemerintah tengah menggalakkan moda angkutan darat. Menurutnya, dengan berbagai infrastruktur yang sudah dibangun beserta bus-bus yang mulai direhabilitasi oleh PO, gairah menggunakan angkutan darat akan semakin tinggi.  Karenanya, menjelang libur Nataru 2019, Kemenhub secara intensif akan membuat pelayanan pengguna bus lebih baik. "Bus sudah bagus-bagus, jalan tol sudah bagus, tetapi bangkitan penumpang yang menggunakan bus ini masih belum, maka saya punya dua waktu untuk membuat bus ini lebih berdaya," katanya dalam salah satu sesi wawancara khusus bersama JIBI.

Dia menyebut akan mengintensifkan perbaikan pelayanan angkutan darat menjelang libur akhir tahun melalui meningkatkan aktivitas e-ticketing, perbaikan antarmoda, serta perbaikan terminal di Jakarta maupun di luar Jakarta.

Lebih lanjut, dia akan mengintensifkan promosi penggunaan bus tersebut supaya banyak pengguna moda transportasi beralih menggunakan transportasi darat. Dia berharap pada pertengahan Desember 2019 ini, terjadi perbaikan layanan di angkutan darat bagi para pengguna yang akan bepergian di akhir tahun.

"Nanti menjelang Lebaran, Mei 2019 ini sudah lebih bagus, kita harapkan terminal-terminal Cirebon, Semarang Mangkang sudah selesai, jadi bisa dibayangkan orang datang dari Depok naik kereta api, datang ke Cakung setelah itu dia ke Terminal Pulogebang naik bus dengan enak dan sampai ke kota tujuan," jelasnya.

Kemenhub telah mempersiapkan langkah-langkah dalam penyelenggaraan angkutan Nataru 2019 dengan mengeluarkan Surat Edaran No.AJ/201/2/7 PHB 2018 tentang Antisipasi Peningkatan Volume Lalu Lintas di Ruas Jalan Tol ke seluruh Gubernur di Indonesia untuk segera melakukan koordinasi di daerah.

Sumber : Bisnis Indonesia