Advertisement

PHRI Meyakini Diskon Transportasi dan WFA Picu Okupansi Hotel di Jogja

Anisatul Umah
Kamis, 12 Februari 2026 - 11:27 WIB
Abdul Hamied Razak
PHRI Meyakini Diskon Transportasi dan WFA Picu Okupansi Hotel di Jogja Foto ilustrasi kamar hotel, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyambut positif kebijakan stimulus ekonomi pemerintah pada triwulan I 2026. Program diskon transportasi dan penerapan Work From Anywhere (WFA) dinilai berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan domestik ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya saat momentum libur Lebaran.

Wakil Ketua Bidang Promosi dan Event PHRI DIY, Muhtar Habibi, mengatakan kebijakan tersebut relevan untuk mendorong mobilitas wisatawan nusantara. Menurutnya, Yogyakarta sebagai destinasi unggulan yang bergantung pada sektor pariwisata akan merasakan dampak signifikan dari kebijakan ini.

Advertisement

“PHRI DIY menyambut positif kebijakan stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah, khususnya melalui diskon transportasi dan kebijakan WFA,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Okupansi Berpotensi Naik Sejak Pra-Lebaran

Habibi memprediksi diskon transportasi pada periode 14–29 Maret 2026 akan menekan biaya perjalanan sehingga masyarakat lebih terdorong untuk bepergian. Periode tersebut dinilai strategis karena berdekatan dengan awal arus mudik dan cuti bersama.

“Bagi DIY, periode ini berpotensi meningkatkan okupansi hotel sejak sebelum puncak Lebaran,” jelasnya.

DIY sendiri didukung akses transportasi yang lengkap, mulai dari kereta api, pesawat, hingga bus antarkota. Kondisi ini membuat Yogyakarta diperkirakan menjadi salah satu daerah yang paling diuntungkan dari kebijakan tersebut.

Selain itu, penerapan WFA pada 16–17 dan 25–27 Maret 2026 diyakini dapat meningkatkan length of stay atau lama tinggal wisatawan. Dengan fleksibilitas bekerja dari mana saja, wisatawan berpeluang memperpanjang masa tinggal sambil tetap menjalankan pekerjaan.

“Dengan WFA, wisatawan tidak hanya datang untuk liburan singkat, tetapi bisa memperpanjang masa tinggal. Ini sangat menguntungkan sektor perhotelan, restoran, dan MICE,” katanya.

Strategi Tangkap Peluang

Meski optimistis, PHRI DIY menilai pelaku usaha tetap perlu menyiapkan langkah strategis untuk memaksimalkan peluang tersebut. Beberapa upaya yang disarankan antara lain menyiapkan paket promo terintegrasi (hotel, atraksi, dan kuliner), meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan SDM, serta memperkuat pemasaran digital melalui kerja sama dengan Online Travel Agent (OTA) dan agen perjalanan.

Di sisi lain, tantangan juga perlu diantisipasi. Lonjakan permintaan berpotensi memicu keterbatasan kamar dan SDM, tekanan pada infrastruktur serta manajemen layanan saat puncak kunjungan, hingga persaingan harga yang semakin ketat.

“Perlu menjaga keseimbangan antara promo dan kualitas layanan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, PHRI DIY optimistis stimulus ekonomi tersebut dapat menjadi momentum percepatan pemulihan sekaligus pertumbuhan sektor pariwisata di Yogyakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Dishub Bantul Siapkan Pengamanan Ramadan dan Arus Mudik Lebaran 2026

Dishub Bantul Siapkan Pengamanan Ramadan dan Arus Mudik Lebaran 2026

Bantul
| Kamis, 12 Februari 2026, 11:37 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement