Advertisement
Kadin Dorong Magang Nasional untuk Lulusan SMK
Karyawan duduk / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong perluasan Program Magang Nasional agar tidak hanya menyasar lulusan perguruan tinggi, tetapi juga lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) guna menekan angka pengangguran terbuka.
Usulan perluasan Magang Nasional tersebut mencakup penambahan kuota serta pembukaan akses khusus bagi lulusan SMK agar memiliki keterampilan tambahan sebelum memasuki dunia kerja.
Advertisement
“Harapan kami, pertama kuota (diperbanyak). Lalu, kami harapkan bukan hanya diperluas untuk yang S1 saja, tapi mungkin bisa diperluas juga dari sisi jumlah atau penambahan kuota khusus untuk anak-anak SMK supaya mereka juga mendapatkan skill yang lebih baik lagi,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Sarman menilai peningkatan kompetensi lulusan SMK harus menjadi perhatian serius karena kelompok tersebut masih mendominasi angka pengangguran di Indonesia.
BACA JUGA
Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (5/2/2026) mengungkapkan dari 7,35 juta orang pengangguran per November 2025, lulusan SMK menyumbang tingkat pengangguran tertinggi sebesar 8,45 persen, disusul lulusan SMA sebesar 6,55 persen.
Menurut Sarman, Program Magang Nasional yang berdurasi enam bulan dapat menjadi jembatan bagi lulusan SMK dan lulusan baru lainnya untuk memperoleh pengalaman kerja, jejaring profesional, serta kesiapan memasuki pasar kerja formal.
“Tentu kami harapkan dalam jangka enam bulan ini, harapan kita tentu para anak-anak magang sudah mendapat pekerjaan baru yang sesuai apa yang mereka dapatkan selama mereka ikut magang di perusahaan (yang mereka masuki),” ujar Sarman.
“Katakanlah misalnya kalau mereka magang di sektor hospitality seperti hotel dan restoran, ke depan juga mereka sudah bisa mendapatkan pekerjaan yang sama. Tentu yang kita dorong itu adalah bagaimana supaya berbagai program-program strategis pemerintah ini itu betul-betul bisa dipercepat prosesnya,” katanya.
Senada, pengamat ketenagakerjaan sekaligus Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menilai perluasan akses Magang Nasional bagi lulusan SMK sangat relevan mengingat tingginya pengangguran terbuka di kalangan usia produktif.
“Magang Nasional ini menurut saya lebih difokuskan karena memang faktanya pengangguran terbuka kita tinggi dan mereka adalah lulusan SMA/K dan kuliah yang belum punya skill karena di dunia pendidikannya tidak dibekali, belum punya pengalaman, belum punya modal dan jejaring,” kata Timboel.
“(Jika tidak difasilitasi) Maka mereka akan semakin susah mendapatkan pekerjaan formal,” ujarnya menambahkan.
Perluasan Program Magang Nasional untuk lulusan SMK diharapkan dapat mempercepat proses penyerapan tenaga kerja, sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda di tengah tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Pertamina Sebut Amankan Pasokan Energi Sebelum Gejolak Timur Tengah
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Konflik AS-Iran Ancam Harga Minyak, Tekan Fiskal Indonesia
- Anggaran MBG Tembus Rp19 Triliun per Bulan, Ini Datanya
- Pertamina Antisipasi Gangguan Pasokan Energi dari Selat Hormuz
Advertisement
Pelaku Wisata Gunungkidul Diminta Tak Nuthuk Harga Saat Libur Lebaran
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Antam Hari Ini Senin 16 Maret 2026 Turun Rp5.000 Per Gram
- Mendag Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil Jelang Lebaran 2026
- Tiket Lebaran Masih Tersedia, 41.067 Penumpang Padati Daop 6 Jogja
- Pertamina Sebut Amankan Pasokan Energi Sebelum Gejolak Timur Tengah
- Lorong Bernuansa Masjid Nabawi Sambut Pemudik di Stasiun Jogja
- Minyakita Sulit Ditemukan di Pasar Pedagang Diminta Urus NIB
- Jepang Lepas Cadangan Minyak Saat Jalur Hormuz Terganggu
Advertisement
Advertisement






