Advertisement
Bagaimana Prospek Bisnis Kelolaan Nasabah Kaya aka Wealth Management?
Ilustrasi emas dan dolar. - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Ragam jasa di era digital kian beragam. Bisnis kelolaan nasabah kaya atau wealth management dinilai sebagai bisnis yang mulai menjanjikan yang akan mendorong pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) bank.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan semakin besar tantangan ekonomi, maka akan semakin banyak orang kaya yang membutuhkan bank sebagai manager atas aset-asetnya. "Jadi orang kaya di Jabodetabek maupun daerah lain akan butuh advisory untuk memitigasi risiko terkait dengan ketidakpastian ekonomi. Selain itu wealth management juga dijadikan sebagai fasilitas tempat meeting bagi nasabah elit bank, misalnya kantor cabang bank. Jadi, bisnis wealth management juga bisa jadi driver fee buat bank," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Senin (2/12).
Advertisement
Bhima menilai peran wealth management juga akan semakin kompleks ke depan, sehingga layanan yang diberikan kepada nasabah kaya juga akan semakin beragam. Potensi bisnis wealth management saat ini banyak dilirik oleh perbankan, khususnya bank dengan kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dan IV. Bahkan menurut Bhima, ceruk pasar untuk bisnis tersebut pun masih terbuka lebar.
Bhima menyampaikan seiring dengan outlook perlambatan kredit, ke depan bank akan semakin mengandalkan pendapatan berbasis komisi. Pasalnya FBI memang terus diharapkan menjadi subtitusi dari pendapatan bunga.
Penerapan digitalisasi di industri perbankan pun menurut Bhima memegang peranan penting. Dia menjelaskan tantangan bank akan berkutat pada kreativitas dan inovasi produk serta layanan.
"Semakin bank cepat adaptasi ke digital, banyak nasabah baru yg bisa dijadikan target pasar. Jadi investasi di bidang ekosistem digital bank jadi syarat mutlak bersaing di FBI," tutur Bhima.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









