Persiapan Angkutan Nataru Sudah 70%, Jalur Wisata Jogja Jadi Prioritas

Persiapan Angkutan Nataru Sudah 70%, Jalur Wisata Jogja Jadi PrioritasMenhub Budi Karya Sumadi saat membuka diskusi panel yang diselenggarakan Bisnis Indonesia bertajuk Polemics and Prospects of the Aviation Industry: Airfares, Competition, and Efficiency pada Rabu 25 September 2019. - Bisnis/Rio Sandy Pradana
04 Desember 2019 10:27 WIB Rinaldi Mohammad Azka Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Liburan akhir tahun segera tiba. Kementerian Perhubungan menyatakan persiapan dalam menghadapi angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) sudah dilakukan dengan cukup baik.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan ada kemungkinan terdapat sebanyak 16,4 juta penumpang yang akan melakukan perjalanan pada angkutan Natal dan Tahun Baru 2020 atau turun 0,18 persen dibandingkan tahun lalu.

“Untuk sekarang ini persiapan sudah 70 persen, ada dua pertemuan lagi yang harus dilakukan. Pertama, akhir minggu ini kami rapat koordinasi di kantor. Kedua, minggu depan kami bersama dengan Kapolri akan melakukan video conference dengan seluruh jajaran di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (12/3/2019).

Walaupun persiapan sekitar 70 persen, sejumlah langkah tetap dilakukan. Pada tahun ini, pemerintah dan operator angkutan telah menyiapkan sarana angkutan sebagai berikut moda jalan disiapkan sebanyak 50.317 unit bus. Untuk moda penyeberangan disiapkan sebanyak 228 unit kapal Ro-ro, moda kereta api disiapkan sebanyak 404 unit kereta api, moda laut disiapkan sebanyak 1.293 unit kapal, dan moda udara disiapkan sebanyak 495 unit pesawat.

“Adapun konsentrasi pengaturan pada Jalur di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur," paparnya.

Selain itu, Menhub juga memprioritaskan pengaturan penyeberangan Danau Toba, Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Kepulauan Maluku; Jalur wisata antara lain Puncak Bogor, Bandung, Malang, Solo, Jogja, Parapat Toba; dan lokasi-lokasi lainnya yang menjadi tempat perayaan pergantian tahun.

Kemenhub telah menyusun rencana operasi dan penetapan sejumlah kebijakan seperti manajemen dan rekayasa lalu lintas pada simpang yang berpotensi macet, hingga pembatasan angkutan barang.

Pengaturan di jalan tol dilakukan  seiring dengan rencana pengoperasian jalan tol Jakarta – Cikampek elevated akan diterapkan kebijakan pengaturan pada gerbang tol, pemasangan Variable Message Sign (VMS) serta pengaturan pada SPBU dan rest area.

Terkait aspek keselamatan, Kemenhub telah melaksanakan ramp check terhadap sejumlah moda transportasi massal sejak 29 November 2019 sampai dengan 18 Desember 2019, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap awak pengemudi, masinis, pilot, dan nakhoda.

Rampcheck sudah kami lakukan sejak dua minggu yang lalu baik itu untuk darat, udara, laut maupun kereta api. Sabtu-Minggu ini saya akan keliling ke beberapa tempat untuk memastikan pengecekan rampcheck telah dilakukan secara optimal,” sebut Menhub.

Sumber : Bisnis.com