Jumlah SDM Pariwisata Tersertifikasi Masih Minim

Jumlah SDM Pariwisata Tersertifikasi Masih MinimDirektur Jogja Tourism Training Center (JTTC), sekaligus Direktur Lembaga Sertifikasi uji kompetensi Jana Dharma, Hairullah Ghazali saat menyampaikan sambutan Workshop event dan MICE, di Royal Darmo Malioboro, Sabtu (14/12)./Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
15 Desember 2019 21:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku wisata khususnya dalam penyelenggaraan event dan meeting, incentive, convention dan exhibition (MICE) perlu terus ditingkatkan.  Meski standardisasi kompetensi untuk pelaku wisata telah lama digaungkan, tetapi jumlah SDM yang tersertifikat masih minim.

Direktur Jogja Tourism Training Center (JTTC), sekaligus Direktur Lembaga Sertifikasi uji kompetensi Jana Dharma, Hairullah Ghazali mengungkapkan poin penting dalam dunia wisata khususnya MICE adalah SDM. “Sekitar 70 persen lebih banyak dipegang SDM, jadi kami harap SDM salah satu pilar pengembangan sektor MICE. Pelatihan penting, kami memberi pelatihan mulai dari pelatihan pengorganisasian MICE, sampai dengan proses registrasi, perencanaan event, hingga bagaimana di lapangan,” ucap Hairullah, di sela-sela Workshop Event dan MICE, di Royal Darmo Malioboro, Sabtu (14/12).

Sertifikasi Jana Dharma, kata dia, kinia memiliki skema baru MICE. Beberapa di antaranya berupa skema marketing; operational, bidding dan venue. Skema ini akan mendukung sektor pariwisata MICE. “Sertifikasi juga penting. Karena ke depan, poin pemerintah adalah SDM pariwisata yang tersertifikasi,” ucapnya.

Sayangnya, hingga saat ini jumlah pelaku wisata yang tersertifikasi belum begitu massif. Ke depan, diharapkannya jumlahnya terus bertambah agar dapat mendorong sektor MICE. “Pariwisata di DIY, salah satu pilarnya adalah MICE, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan lama tinggal. Ini menjadi isu yang seksi untuk mendorong jumlah wisatawan,” ucapnya.

DIY menurutnya, semakin berkembang dari waktu ke waktu dan telah menjadi kota yang besar. Dengan adanya Yogyakarta International Airport (YIA) dan aksesbilitas yang meningkat, seharusnya juga diimbangi dengan standardisasi guna memberikan pelayanan yang terbaik pada wisatawan.