BOB Dorong Pengemasan Wisata Semakin Baik

BOB Dorong Pengemasan Wisata Semakin BaikDirektur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB, Bisma Jatmika saat menjadi pembicara Future City Summit: Public Private Partnership by Youth Yogyakarta 2020, di Block71 Yogyakarta, Minggu (19/1)./ Harian Jogja - Herlambang Jati Kusumo
20 Januari 2020 06:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Otorita Borobudur (BOB) mendorong pengemasan pariwisata dengan story telling, tourism friendly yang ramah dan menyenangkan serta mendorong pengembangan industri kreatif.

Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BOB, Bisma Jatmika mengatakan berbicara tentang pariwisata, saat ini harus memberikan sebuah pengalaman, tidak hanya masalah destinasi. “Jadi orang mengeluarkan uang, mendapatkan experience, sesuai yang mereka harapkan atau lebih,” kata Bisma, seusai menjadi pembicara Future City Summit: Public Private Partnership by Youth Yogyakarta 2020, di Block71 Yogyakarta, Minggu (19/1).

Bisma mengatakan saat ini pola wisata milenial juga berbeda. Mereka dapat merencanakan dan menentukan untuk berwisata hanya dalam hitungan hari sebelumnya. Guna menggaet wisatawan tersebut harus ada pengalaman berbeda yang diberikan oleh suatu destinasi wisata, dengan story telling yang baik. Tidak lupa sumber daya manusia yang perlu disiapkan.

Misalnya, pengemasan wisata yang memberikan pengalaman berbeda dengan story telling tersebut dapat diberikan pada cerita candi-candi, mulai dari awal hingga akhir. Kemudian cerita tentang Gunung Merapi, Gunung Api Purba, dan sejumlah destinasi lain. “Experience ini akan menjadi berkesan, setelah mereka bekerja selama tujuh hari, 24 jam menjadi robot, menghentikan kecanduan bekerja dan menjadi manusia. Itu konten harus ada,” ujarnya.

Hal lain, kata dia, membuat wisatawan “merasakan” kopi. Tidak hanya meminum kopi, tetapi wisatawan diberikan pengalaman bertemu petani, dengan dikemas dengan bersepeda. Jika dikemas dengan baik, akan meningkatakan lama tinggal wisatawan dan mendorong pelaku industri kreatif berkembang.

Bisma menilai DIY maupun Jawa Tengah memiliki potensi pengembangan industri kreatif tersebut. Bisa produk atau jasa, yang unik akan menjadi daya tarik bagi wisatawan. BOB akan turut membantu mendorong penguatan branding produk, kualitas, agar memiliki nilai lebih dan berpotensi pasar internasional.

Pada rangkaian acara Future City Summit tersebut juga digelar agenda Hackaton/ Design Jam dengan topik Rencana Aksi Pemanfaatan Terban Youth Center sebagai ruang industri kreatif dan ruang publik di Kota Jogja yakni Proyek Strategis Smart City dan Student Housing dengan Pemerintah Jogja serta perumusan bisnis sosial bersama Prof Muhammad Yunus Three Zero untuk Kota Pelajar terbesar di Indonesia.