Mebel DIY Berkualitas, Ini Cara untuk Mendongkrak Nilai Jual

Mebel DIY Berkualitas, Ini Cara untuk Mendongkrak Nilai JualKetua Umum DPP Asmindo Anggoro Ratmadiputro (paling kiri) ketika melantik pengurus Asmindo Komda DIY periode 2019-2024 di Omah Dhuwur Resto, Jogja, Selasa (4/2)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
04 Februari 2020 21:27 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mebel buatan DIY memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan. Pada 2019 nilai ekspor produk mebel DIY mengalami peningkatan tinggi meskipun secara volume peningkatannya tipis. Artinya, produk mebel DIY semakin digemari dan bernilai tinggi.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana mengungkapkan ekspor mebel di DIY pada 2019 dibandingkan 2018 jika dilihat dari sisi volume terpantau peningkatan tipis 0,56%. "Kalau dilihat dari nilai ekspornya, naiknya cukup tebal yakni 10,12 persen. Ketika beratnya naiknya enggak seberapa tetapi nilai rupiah melebihi nilai beratnya hal ini menunjukkan kualitas mebel DIY naik pesat. Itulah yang diharapkan. Kami enggak kejar naik volume tetapi naiknya rejeki," kata dia di sela-sela pelantikan pengurus Asmindo Komda DIY periode 2019-2024 di Omah Dhuwur Resto, Jogja, Selasa (4/2).

Ia mengatakan adanya bandara baru di Kulonprogo sangat memungkinkan untuk pengiriman mebel melalui udara dengan catatan beratnya bisa dikurangi dan nilainya ditingkatkan. "Mari tingkatkan mutu dan nilai kerajinan dan mebel. Asmindo sebagai motor penggerak mebel di DIY sudah punya ajang prestisius yaitu Jiffina," kata dia.

Ketua Asmindo Komda DIY periode 2019-2024 Timbul Raharjo mengatakan mebel di DIY mulai bangkit ketika beberapa segmen di Indonesia dan DIY membuat langkah yang penting untuk menguatkan usaha mebel dan kerajinan. "Para perajin sudah melakukan beberapa hal terutama terkait dengan kreasi, produksi, distribusi dan program perlindungan dan pemanfaatan berbagai macam hubungan antarlembaga," ungkap dia.

Ia mengungkapkan secara kreasi, perajin di DIY memiliki kemampuan yang baik terutama di bidang seni kerajinan dan juga di bidang mebel. Karena itu beberapa produk DIY selalu memenuhi event pameran di dunia.

"Bantul salah satu aspek penting karena menjadi “Mekkah-nya” kriya. Dari hasil observasi bahwa banyak produk dan seniman berkreasi di situ. Serta didukung beberapa kabupaten lain terutata bahan dari Gunungkidul. Bahan jadi tumpuan utama," ujar dia.

Ia melihat, prospek usaha mebel pada 2020 cukup baik jika melihat perkembangan dunia. Permintaan pasar Eropa dan Amerika meningkat. "Kita memiliki kesempatan memgembangkan itu terutama terkait dengan desain baru yang diciptakan Hal ini bisa memberi dampak signifikan. Meskipun secara jumlah turun tetapi kualitas naik," ungkap dia.

Ia mengatakan tren mebel yang digemari tahun ini yakni barang yang simpel. Namun, ia menyarankan sebaiknya para perajin memiliki tren sendiri. "Sangat efektif karena di manapun orang enggak akan temukan barang itu kecuali di Indonesia. Bargaining position menjadi tinggi," kata dia.

Ketua Umum DPP Asmindo Anggoro Ratmadiputro mengungkapkan Asmindo harus memiliki peran meningkatkan ekspor untuk menyeimbangkan neraca perdagangan yang masih didominasi impor. "Asmindo usianya cukup panjang. Usianya sudah 30 tahun lebih. Asmindo harus bisa membantu mengatasi defisit neraca perdagangan," kata dia.