Koperasi Didorong Jadi Keren dan UMKM Naik Kelas

Koperasi Didorong Jadi Keren dan UMKM Naik KelasMenteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memukul gong sebagai tanda dibukanya kegiatan Kolaborasi untuk KoperasiKeren dan UMKMNaikKelas di Sleman dan sekitarnya sebagai penyangga wisata Borobudur di Hotel Grand Tjokro, Sleman, Senin (24/2)./ Harian Jogja - Kusnul Isti Qomah
25 Februari 2020 05:32 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong agar koperasi di Indonesia terus berkembang menjadi koperasi yang keren. Kementerian juga terus berupaya agar usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) bisa semakin besar dan naik kelas.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo adalah Pembangunan sumber daya manusia (SDM). Kata kunci SDM tangguh, unggul, berkualitas akan meningkatkan daya saing, dan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berperadaban tinggi dan menjadi negara maju.

"Dan ini sejalan dengan cita-cita kemerdekaan yaitu membangun masyarakat Indonesia yang sejahtera adil dan makmur,” ucap Menteri Teten Masduki dalam pembukaan kegiatan Kolaborasi untuk #KoperasiKeren dan #UMKMNaikKelas di Sleman dan sekitarnya sebagai penyangga wisata Borobudur di Hotel Grand Tjokro, Sleman, Senin (24/2).

Teten menyampaikan strategi nasional (stranas) pengembangan koperasi dan UMKM (KUMKM) dilaksanakan melalui tiga pilar yaitu peningkatan kapasitas usaha; mendorong lembaga keuangan ramah bagi KUMKM serta meningkatkan koordinasi lintas sektor untuk mendukung ekosistem KUMKM. Dari tiga pilar ini akan dijabarkan melalui enam strategi yaitu perluasan akses pasar; meningkatkan daya saing; pengembangan kewirausahaan; akselerasi pembiayaan dan investasi; kemudahan dan kesempatan berusaha dan koordinasi lintas sektor.

Ia telah menyiapkan 18 rencana aksi untuk Koperasi Keren dan UMKM Naik Kelas. Aksi itu meliputi perluasan akses pasar dengan peningkatan konsumsi dalam negeri dan mendorong brand lokal di pasar global, meningkatkan daya saing dengan pengembangan rumah produksi bersama di sentra-sentra industri kecil dan menengah, kemitraan dengan usaha besar, akselerasi pengembangan usaha, standardisasi dan sertifikasi internasional, serta membuat sistem logistik UMKM.

"Selanjutnya pengembangan kewirausahaan dengan layanan konsultasi dan pendampingan teknis dan akselerasi dan komersialisasi serta modernisasi koperasi. Kementerian koperasi juga mengakselerasi pembiayaan dan investasi dengan memperkuat soft infrastuktur pembiayaan, dan pembiayaan nonbank," ujar dia.

Kementerian Koperasi dan UKM juga memberikan kemudahan dan kesempatan berusaha dengan penyederhanaan perizinan usaha dan standardisasi produk; kebijakan yang pihak dan proteksi; akan dilakukan pembentukan pusat bantuan hukum serta mendorong kemitraan UMKM dengan usaha besar. “Saya juga akan meningkatkan koordinasi lintas sektor dengan program One Gate Policy dan mengajak peningkatan peran pemerintah daerah,” kata Menteri Teten.  

Rasio Wirausaha

Tenten minta kepada Deputi Bidang SDM pendidikan/pelatihan SDM KUMKM terutama untuk kewirausahaan/vocational untuk diperluas dan diperbanyak, khususnya daerah wisata superprioritas (Bali baru) seperti sekarang di Sleman dan sekitarnya sebagai penyangga wisata Borobudur. Hal ini penting untuk meningkatkan rasio wirausaha nasional yang saat ini sebesar 3,47% dari jumlah penduduk dan pada tahun 2021 ditargetkan menjadi 3,64% dari jumlah penduduk Indonesia.

Jumlah tersebut masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah wirausahawan yang ada di negara maju yang mencapai 14%. Jumlah tersebut juga masih lebih kecil dibandingkan dengan jumlah wirausahawan yang ada di Malaysia 4,74 %, Thailand 4,26% dan Singapura yang mencapai 8,76%. “Masa kita kalah terus dengan negara-negara tetangga, dengan bonus demografi usia produktif kita harus pemenang di ASEAN,” kata Teten.

Pada Kesempatan yang sama Deputi Bidang SDM Arif Rahman Hakim menyebutkan target jumlah wirausaha yang mendapatkan pelatihan 2020 sebanyak 57.700 orang. Target lainnya yakni meningkatkan rasio kewirausahaan dari 3,47% menjadi 3,64% dan rasio wirausaha berbasis peluang menjadi 10,30% yang akan dikerjakan bersama-sama dengan lintas kementerian/lembaga.

“Pada 2021 akan memprioritaskan pelatihan yang mengarah kepada pemecahan masalah atau studi kasus dan mulai dilakukan langkah-langkah revitalisasi Balai Latihan Koperasi [Balatkop] sebagai UKM Centre sebaga Centre of Excellent pengembangan KUKM di setiap provinsi," kata dia.

Pihaknya juga membuat model pelatihan yang terintegrasi dengan bersinergi dengan balai-balai pelatihan di provinsi, dengan Lembaga Diklat Provinsi (LDP) atau memanfaatkan Gedung Pelayanan Usaha Terpadu (PLUT). "Kami juga melakukan digitatalisasi pelatihan [e- Mentoring dan e-Learn] sehingga jangkauan dan cakupanya semakin luas,” kata dia.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana mengungkapkan KUMKM di DIY juga harus istimewa seperti DIY. "Kita harus mengistimewakan koperasi dan UMKM. Mengistimewakan di sini bukan berarti memanjakan, selalu memberi bantuan, hibah, sumbahan, dan lain-lain, tetapi membentuk karakter koperasi yang baik dan UMKM yang baik," kata dia.

Ia mengungkapkan koperasi dan UMKM yang baik harus memiliki tiga hal utama. Ketiga hal itu yakni memiliki daya juang yang tinggi, memiliki daya kolaborasi yang tinggi, dan memiliki daya adaptasi yang tinggi.