Apotek K24 Batasi Pembelian Masker

Apotek K24 Batasi Pembelian MaskerMasker - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati
06 Maret 2020 08:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Terkait dengan virus Corona, Apotek K24 membatasi pembelian masker guna mengatasi tingginya permintaan masker.

“Terkait dengan permintaan masker yang luar biasa, membuat stok masker di pabrikan dan penyuplai juga menjadi sangat minim dan terbatas. sehingga apotek K24 juga akhirnya mengeluarkan kebijakan yang mengutamakan keperluan pelanggan masyarakat Indonesia. Agar semua memperoleh masker maka jumlah pembelian dibatasi sehingga semua pelanggan kebagian,” kata Marketing Manager PT K-24 Indonesia, Burhan Bariton, Kamis (5/3).

Burhan mengatakan untuk penjualan, dibatasi hanya tiga-lima buah/ pelanggan. Apotek K-24 menetapkan tidak menaikkan margin perolehan Masker. Dalam kondisi krisis sekarang ini, K-24 lebih berkomitmen untuk fokus melayani masyarakat dan memastikan masyarakat mendapatkan masker.

“Namun ada kendala dari pabrikan dan distributor, yang beberapa hari ini telah mengeluarkan daftar harga baru yang mayoritas menetapkan harga naik dua kali lipat sehingga mau tidak mau K-24 mengikuti harga dari distributor tapi tetetap tidak menaikkan margin keuntungan. Jadi komitmen K24 marginnya tetap normal,” ujarnya.

Di K24, harga masker biasa Rp5.000 dan ada yang Rp6.500/ buah. Sementara untuk N95 dipatok dengan harga Rp38.700/ buah. Harga menurutnya bisa bervariasi tergantung harga penyuplai di masing-masing area.

Ia mengatakan distributor pun hanya memiliki jumlah stok masker yang terbatas sehingga retailer seperti apotek K-24 harus berjuang untuk mendapatkan stok masker dari pabrikan melalui distributor internal PT KDE. Untuk memenuhi kebutuhan masker K-24 juga mencari alternatif masker yang berkualitas, Maskit, merek masker baru yang reusable dan memiliki kelebihan dibanding masker jenis lama.

Menurutnya, kenaikan penjualan masker meningkat sejak Januari, hingga dua kali lipat dan pada Februari naik empat kali lipat dari biasanya. Terlebih dengan kabar adanya dua orang Indonesia yang positif Corona beberapa hari lalu. “Terjual untuk Januari 2020 sebanyak 570.000 masker dan Febuari 2020 sebanyak satu juta masker dengan nilai sebesar Rp600 jutaan yang terdiri dari masker medis dan masker N95,” ujarnya.