Antisipasi Covid-19, Dispar DIY Maksimalkan Potensi Wisnus

Antisipasi Covid-19, Dispar DIY Maksimalkan Potensi WisnusWisatawan menikmati keindahan Songgo Langit, Mangunan, Bantul, Kamis (6/6/2019).- Harian Jogja - Salsabila Annisa Azmi
10 Maret 2020 12:22 WIB Kusnul Isti Qomah & Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Pariwisata DIY terus mengampanyekan Jogja aman untuk dikunjungi wisatawan. Dinas Pariwisata pun tidak merevisi target kunjungan dan ada memaksimalkan wisatawan nusantara (wisnus).  

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo mengatakan penyebaran virus Corona (Covid-19) sangat cepat sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat. Hal ini harus dihadapi dan disikapi dengan tepat agar tidak membawa dampak yang buruk ke berbagai sektor termasuk sektor wisata.

Ia mengatakan DIY sebagai salah satu destinasi utama di Indonesia terus mengampanyekan Jogja aman untuk dikunjungi wisatawan. Meskipun banyak penerbangan dari ke luar negeri khususnya ke beberapa negara yang terjangkit Covid-19, Dinas Pariwisata DIY optimistis kunjungan wisata ke DIY tidak akan berkurang. "Kami pastikan Jogja aman dan silakan kunjungi destinasi wisata di DIY," kata dia kepada wartawan di Royal Ambarrukmo, Sleman, Senin (9/3).

Pihaknya akan memaksimalkan potensi wisatawan nusantara (wisnus) untuk menyokong wisatawan di DIY. Selama ini, kunjungan ke DIY didominasi turis domestik. Ia juga belum merevisi target kunjungan wisata di DIY tahun ini.

"Kami belum merevisi target jumlah kunjungan wisatawan di DIY tahun ini. Targetnya wisnus sebanyak 6,5 juta hingga tujuh juta orang dan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 500.000 orang. Realisasi jumlah kunjungan wisatawan ke DIY tahun lalu sebesar 6,5 juta wisnus dan 433.000 wisman," ujar dia.

Ia menjelaskan sikap Jogja aman dan siap dikunjungi didasari beberapa kesiapan yang dilakukan DIY untuk menjamin keamanan wisatawan. Salah satunya, sampai saat ini masyarakat dan wisatawan di DIY negatif Covid-19. Dasar berikutnya yakni kesiapan tim kesehatan yakni dengan ada layanan empat rumah sakit rujukan, 73 rumah sakit lainnya, dan 123 Puskesmas. Selain itu juga ditunjang sumber daya manusia yang profesional.

"Kami siapkan destinasi yang prima untuk dikunjungi baik daya tarik budaya, alam, meeting incentive convention exhibition (MICE), industri kreatif. Kita ada 283 event unggulan dan ada 21 ikon event yang bisa menjadi daya tarik," ungkap dia.

Dinas Pariwisata juga melakukan beberapa hal untuk memastikan kesiapan DIY termasuk memastikan keamanan di bandara dan stasiun. Selain itu, sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas di destinasi wisata juga dipastikan kesiapannya.

"Pertama memastikan tempat cuci tangan ada air dan sabun. Kalau yang jauh dari air diberi hand sanitizer. Kami sudah survei di Gunungkidul di Nglanggeran," kata dia.

Pihaknya juga menyediakan poster berisi informasi seputar Covid-19 dan cara pencegahannya. Tujuannya agar masyarakat tidak panik.

Ia mengungkapkan saat ini ada insentif tiket pesawat. Penurunan harga tersebut sudah mulai tampak, tetapi belum ada penghitungan dampak insentif tersebut. Ia mengimbau wisatawan memanfaatkan insentif tersebut untuk berkunjung ke DIY.  

Rasakan Dampak

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan pelaku wisata sudah merasakan dampak dari virus Corona yang merebak di sejumlah negara ini. Efek tersebut mulai dari sejumlah wisatawan yang membatalkan kunjungan, tamu yang ada memilih segera kembali. "Harapan kami ke pemerintah lebih fokus dalam penanganan Corona ini dan harus selalu update informasi ke publik progresnya. Pemerintah bisa mencontoh Singapura," ucapnya.

Menurut dia, Insentif penerbangan memang sudah dilakukan, meskipun belum berdampak signifikan terhadap kunjungan ke Jogja, tetapi menurut Bobby setidaknya sebagai bentuk pemerintah memberikan treatment situasi tourism yang sedang terpuruk.