Corona Diumumkan sebagai Pandemik, Jiffina Tetap Jalan Terus

Corona Diumumkan sebagai Pandemik, Jiffina Tetap Jalan TerusPengunjung melihat produk dan berbincang dengan peserta pameran dalam ajang Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2019 yang berlangsung di Jogja Expo Center, Bantul, Rabu (13/3). / JIBI/Harian Jogja - Desi Suryanto
13 Maret 2020 10:22 WIB Heri Setiawan Ekbis Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Penyebaran virus Corona (Covid-19) pantang membuat panitia event internasional menunda acaranya, salah satunya adalah Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2020 yang dipastikan tetap digelar sesuai jadwal.

Agenda yang akan digelar di Jogja Expo Center (JEC), Bantul mulai Sabtu-Selasa (14/3-17/3) tersebut akan melibatkan banyak industri kecil menengah (IKM) serta peminat kerajinan yang berasal dari 70 negara di dunia. Dalam  Jiffina 2020, sebanyak 300 perusahaan dan perajin dari Jawa dan Bali bakal memamerkan karya-karya terbaiknya.

Ketua Komite Jiffina 2020, Hendro Wardoyo mengatakan kekhawatiran akan pandemi Corona membuat beberapa negara seperti Malaysia, Vietnam, dan China batal menggelar pameran furnitur. Sebaliknya, Indonesia, sampai hari ini, belum mengeluarkan kebijakan signifikan terkait penangguhan kegiatan yang berskala Internasional.

“Ada tiga negara yang menggelar acara seperti ini, yaitu Thailand, Filipina, dan Indonesia. Kami masih terus mengikuti arahan dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah,” kata Hendro saat ditemui wartawan, Kamis (12/3).

Ketimbang terus khawatir, kata dia, kondisi saat ini seharusnya dipandang dari segi positif. Sejauh ini China menjadi eksportir produk furnitur dan kerajinan terbesar di dunia. Tetapi sejak merebaknya Covid-19, China menghentikan sementara aktivitas ekspornya.

Dengan begitu, hal ini menjadi peluang besar bagi pengrajin atau IKM lokal untuk unjuk kualitas kepada konsumen. Tak tanggung-tanggung, selama gelaran Jifffina 2020, panitia mematok target transaksi mencapai US$180 juta (Rp2,6 triliun). “Karena Corona, hampir tiga bulan ekspor dan stoknya kosong. Nah, ini peluang emas untuk para pengusaha lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumen terhadap furnitur berkualitas,” kata Hendro.

 

Tiga Negara

Kendati begitu, panitia tetap menyiagakan perangkat keamanan dan pemeriksaan di lokasi acara. Selain masker dan hand sanitizer, Jiffina 2020 juga memanfaatkan pendeteksi suhu tubuh di pintu masuk untuk memastikan kondisi kesehatan pengunjung.

Pasalnya Jiffina 2020 bakal dihadiri oleh sekitar 4.500 orang dari 70 negara. “Bahkan kami juga siapkan ruang isolasi di lokasi acara,” ucap dia.

Dia menegaskan dalam penyelenggaraan Jiffina 2020, ada tiga negara yang bakal mendapatkan pengawasan ketat, yakni Italia, Iran, dan Korea Selatan. Jika hendak menghadiri Jiffina 2020, pengunjung dari ketiga negara tersebut harus menyertakan surat keterangan sehat sebagai tanda bahwa dirinya terbebas dari virus Corona.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIY, Timbul Raharjo juga menganggap Covid-19 yang sudah merambah ke berbagai negara termasuk Indonesia tidak berpengaruh terhadap penjualan mebel dan kerajinan dari DIY, khususnya produksi dari anggota Asmindo DIY. “Bahkan Asmindo DIY menilai wabah tersebut membawa berkah karena persaingan dari Cina berkurang,” ucap dia.