Pertamina Sterilkan Tabung LPG

Pertamina Sterilkan Tabung LPGPetugas mensterilkan tabung LPG untuk mencegah penyebaran Covid-19 belum lamaa ini./ Ist - Pertamina MOR IV
27 Maret 2020 07:22 WIB Kusnul Isti Qomah Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Guna mencegah penyebaran infeksi virus Corona (Covid-19), PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DIY mensterilkan tabung-tabung LPG menggunakan cairan disinfektan nonkorosif pada proses uji kebocoran tabung (leakage test) di Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE).

Manager Pertamina MOR IV Iin Febrian mengatakan proses uji kebocoran merupakan standar Pertamina dalam merawat kelaikan tabung gas yang akan dijual atau diedarkan kepada konsumen. “Proses ini dilakukan di seluruh SPPBE Pertamina. Namun karena saat ini sedang ada wabah virus Corona maka kami mencampur air uji kebocoran dengan disinfektan nonkorosif,” ujar Iin, Kamis (26/3).

Dia menambahkan larutan disinfektan khusus untuk tabung harus nonkorosif untuk menghindari karat yang nantinya bisa membahayakan konsumen. Sebagai upaya tambahan mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19, saat ini seluruh fasilitas Pertamina seperti fuel terminal, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), Depot LPG, SPPBE dan SPBU telah disterilkan menggunakan cairan disinfektan.

“Selain sterilisasi fasilitas, para petugas, awak mobil tangki dan operator yang melayani juga kami bekali dengan masker, sarung tangan dan hand sanitizer. Diharapkan hal tersebut dapat memberikan keamanan dan kenyamanan para pelanggan setia produk Pertamina,” ungkap dia.

Pertamina melalui Marketing Operation Region IV melayani kebutuhan LPG masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Saat ini, penyaluran total harian rata-rata LPG di wilayah Pertamina MOR IV adalah 3.980 metric ton per hari yang terdiri dari dua jenis penyaluran LPG yaitu PSO (subsidi) sebesar 3.600 metric ton/hari dan non-PSO 380 metric ton/Hari.

“Untuk LPG non-PSO terdapat kenaikan sebesar 2,8 persen di bulan ini sedangkan untuk LPG PSO atau bersubsidi terdapat penurunan permintaan di bulan Maret sebesar satu persen,” ujar Iin.