Pengusaha Minta Keringanan Pembayaran Kredit

Pengusaha Minta Keringanan Pembayaran Kredit Malioboro - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
04 April 2020 12:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pengusaha di DIY mengharapkan berbagai bantuan atau kemudahan yang dapat meringankan beban pengusaha, di masa pandemi Corona ini.

“Harapannya relaksasi kredit tidak hanya di UMKM, tetapi pengusaha ini juga. Baik Pusat atau daerah diberi stimulus pada dunia usaha, pembayaran atas kredit dimundurkan enam bulan sampai satu tahun. Suku bunga sementara dihentikan,” ucap Ketua Aliansi Pengusaha Nasional (Apnas) DIY, Mirwan Syamsudin Syukur, Jumat (3/4).

Selain itu, Mirwan juga mengharapkan stimulus untuk BPJS karyawan tidak dibebankan ke perusahaan swasta. Lalu, ada stimulus untuk listrik serta pajak dihentikan sementara tiga sampai enam bulan, karena dinilainya saat ini perusahaan sama sekali tidak produktif.

“Kondisi dunia usaha saat ini stagnan, berhenti di tempat, dan sangat mungkin mundur malahan. Semua hari ini negosiasi implementasi lapangan sementara tertunda. Belum ada virus saja sebenarnya sudah berat dunia usaha, ini semakin berat,” ucapnya.

Menurutnya, untuk memperbaiki kinerja ekonomi ini butuh waktu yang lama, tidak cukup satu hingga dua tahun selesai. Ia berharap tidak ada kesalahan pengambilan kebijakan. Dikhawatirkannya jika salah langkah akan lebih sulit dibandingkan krisis 1998.

Ia mengatakan saat ini memang harus ada upaya tegas memutus mata rantai virus Corona ini dengan social distancing. Namun, jika semua karyawan swasta di rumahkan dan beban pekerja diserahkan ke pengusaha sepenuhnya juga akan menjadi berat. Menurutnya, pemerintah harus berperan banyak dalam hal ini.

Sebelumnya, pengusaha di Malioboro juga mengeluhkan hal yang sama. Ketua Paguyuban Pengusaha Malioboro (PPM), NB Susilo mengatakan sudah dalam beberapa waktu terakhir sejak merebaknya virus Corona, setidaknya turun hingga 90%.

“Terasa turun 90 persen. Pengusaha harus mencoba peluang baru. Harus ada keringanan relaksasi kredit diterapkan untuk pengusaha juga. Kemudian ke depan adanya kemudahan ekspor atau impor,” ujarnya