Advertisement
Harga Kebutuhan Pokok Hasil Impor Stabil Tinggi
Salah satu pedagang di Pasar Kranggan melayani pembeli yang akan membeli sayuran di lapaknya, Jumat (25/5/2018). - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah harga kebutuhan pokok yang berasal dari luar negeri atau impor masih stabil tinggi hingga saat ini.
Kepala Bidang Perdangangan dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto, mengatakan kebutuhan seperti bawang putih cntohnya, saat ini masih stabil tinggi diharga Rp38.000-Rp39.000/ kilogram (kg) untuk bawang putih kating. Sementara untuk bawang putih sinco diharga Rp36.000-Rp37.000/kg. Pada harga normal sendiri dikatakkan untuk bawang putih pada kisaran Rp35.000/kg.
Advertisement
Selain bawang putih, harga kedelai juga naik dari harga normal Rp6.800/kg saat ini pada harga Rp9.300/kg. Kemudian juga gula pasir, yang sudah mengalami kenaikan sejak akhir Januari, saat ini masih stabil tinggi, pada harga Rp18.000/kg, padahal untuk harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500/kg.
“Harga kedelai naik hal ini disebabkan nilai tukar dolar meningkat. Sementara gula pasir masih proses impor,” ucapnya.
Dikatakannya untuk gula pasir dari hasil koordinasi dengan Kementrian Perdagangan (Kemendag) diperkirakan pekan ketiga atau keempat, harga gula pasir sudah bisa normal kembali. Dikarenakan impor dari Thailand bisa dilakukan, sementara negara lain seperti India dan Australia saat ini terkendala, karena kedua negera menerapkan lockdown.
Yanto juga mengatakan untuk kebutuhan lain yang dapat diperoleh dari lokal, saat ini masih stabil harganya. Beberapa kebutuhan lainnya justru turun harga. “Daging ayam Rp32.000 menjadi Rp28.000/kg. Telur dari Rp25.000/kg menjadi Rp22.000/kg. Hal ini disebabkan serapan untuk hotel dan restoran tidak terserap,” ujarnya.
Sebelumnya Yanto mengatakan menjelang Ramdan berbagai kesiapan dilakukan. Termasuk juga dari pihak Bulog Divre DIY, yang diungkapkan Kepala Bulog Divre DIY, Juaheni mengatakan keberadaan stok kebutuhan pokok di Bulog masih mencukupi. Hanya gula pasir saja yang stoknya belum ada. “Beras, terigu, minyak siap. Gula yang belum dapat,” ujarnya.
Berdasar data stok komoditi Bulog Divre DIY per Jumat (3/4), beras sebanyak 18.443 ton, kemudian minyak goreng 1.145 liter, tepung terigu 22 ton, dan daging kerbau tujuh ton.
Harga Bahan Pokok pada Pekan Kedua April 2020
Komoditas Impor Harga
Bawang putih kating Rp38.000-Rp39.000/kg
Bawang putih sinco Rp36.000-Rp37.000/kg
Kedelai Rp9.300/kg
Komoditas Lokal Harga
Gula pasir Rp18.000/kg
Daging ayam Rp28.000/kg
Telur Rp22.000/kg
Sumber: Disperindag DIY
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU
Advertisement
Target Tangkapan Ikan DIY Naik Gunungkidul Jadi Penopang
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Ekspor Batu Bara Kena Pungutan Baru, Berlaku Mulai 1 April 2026
- Rupiah Menguat Tipis Saat Pasar Menunggu Sinyal Damai Iran
- Pemerintah Berupaya BBM Subsidi Tetap Aman Saat Dunia Bergejolak
- Mulai 1 April, Kuota BBM Malaysia Dipotong
- Rupiah Terkikis di Awal Perdagangan Pagi Ini
- Harga Emas Antam Tergelincir Tajam Pagi Ini Turun Puluhan Ribu
- IHSG Tertekan Sentimen Global Arah Konflik Belum Jelas
Advertisement
Advertisement







