Harga Gula Pasir di Bantul Mulai Turun, Rp17.500 Per Kg

Harga Gula Pasir di Bantul Mulai Turun, Rp17.500 Per KgFoto ilustrasi. - JIBI/M. Ferri Setiawan
04 Mei 2020 03:07 WIB Ujang Hasanudin Ekbis Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Awal bulan Mei ini harga gula di pasaran mulai turun meski masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Dinas Perdagangan Bantul mengklaim penurunan disebabkan beberapa faktor, di antaranya karena operasi pasar yang dilakukan Dinas Perdagangan DIY bersama Bulog serta pihak swasta.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengatakan harga gula pada awal Mei ini rata-rata Rp16.000-16.500 per kilogram. Harga tersebut menurun dibanding akhir April lalu yang masih di kisaran Rp17.500-18.000 per kilogram.

Patokan harga itu setidaknya dari lima pasar rakyat, yakni Pasar Bantul, Pasar Niten, Pasar Imogiri, Pasar Piyungan dan Pasar Pijenan. “Ada pengaruh dari operasi pasar, tapi ada pengaruh juga dari Pabrik Madubaru yang mengolah raw sugar sebanyak 10.000 ton yang juga sebagian dipasarkan melalui koperasi Madubaru,” kata Sukrisna.

Sukrisna mengatakan masih tingginya harga gula pasir di pasaran disebabkan karena gula pasir masih menjadi komoditas impor dan saat ini gula langka yang berdampak pada kenaikan harga. Meski demikian pihaknya memastikan selama Ramadan ini pasokan gula pasir aman.

Ketua Pansus II Penanganan Dampak Covid-19 Sektor Perekonomian di DPRD Bantul, Wildan Nafis mengatakan perlu ada upaya lain untuk menstabilkan harga gula pasir. Menurut dia Pemkab Perlu memberdayakan sejumlah koperasi masyarakat untuk menjual harga gula pasir dengan harga di bawah HET.

Tentunya pemkab bisa mensubsidi dengan anggaran penanganan Covid. “Misalnya biasa distribusi kepada koperasi anggaran biaya pengangkutan ditanggung oleh Pemkab sehingga harga gula sampai ke tangan koperasi masih dibawah HET dan koperasi masih bisa mendapatkan laba dengan menjual harga gula pasir dengan HET,” kata Wildan.