Asyik, Harga Gula Pasir Beranjak Turun Dekati HET

Asyik, Harga Gula Pasir Beranjak Turun Dekati HETIlustrasi. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
17 Mei 2020 17:07 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Harga gula pasir berangsur turun dan kian mendekati harga eceran tertinggi (HET). Hal itu disinyalir lantaran operasi pasar (OP) yang digelar pemerintah selama kurun tiga pekan terakhir.

“Sudah berangsur turun harga gula pasir saat ini. OP di kabupaten/kota di DIY kami lakukan. Mudah-mudahan nanti masuk Juni sudah di bawah HET, di bawah Rp12.500 per kilogram,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto, Jumat (15/5/2020).

Berdasarkan pantauan harga Disperindag DIY, Jumat (15/5), harga gula pasir saat sekitar Rp15.300 per kilogram. Harga tersebut, kata dia, sudah turun cukup signifikan pada pertengahan April sebelum digelarnya OP atau sebelum stok gula pasir masuk DIY. “Saat itu harga bahkan sampai menyentuh Rp18.300 per kilogram.

Yanto mengatakan dalam OP yang dilakukan, harga jual gula pasir dipatok sebesar Rp12.500 per kilogram. Dia juga mengatakan untuk ritel toko modern juga telah mulai dipasok dengan stok gula yang ada, sehingga diharapkan harga di pasaran semakin turun.

“Impor juga sudah masuk lagi, tetapi masih di pelabuhan. Permasalahannya kan kebutuhan gula ini berbarengan berbagai daerah, sehingga perlu dibagi. Kemudian untuk angkutan juga mengantre,” kata Yanto.

Sebelumnya, pada Kamis (14/5/2020), Kepala Bulog Divre DIY, Juaheni mengatakan stok Gula Pasir saat ini mencukupi. Distribusi ke Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai mitra Bulog pun berlancar lancar. “Masih sangat cukup, stok 346 ton,” ucapnya.