Bank BPD DIY Syariah: Gedung Baru Semangat Baru

Bank BPD DIY Syariah: Gedung Baru Semangat BaruPenghargaan Bank BPD DIY. - Ist.
27 Oktober 2020 06:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank BPD DIY Syariah semakin berkembang, hadir melayani seluruh masyarakat di era teknologi digital.

Bank BPD DIY Syariah sejak memulai perjalanan pada 19 Februari 2007 hingga saat ini terus tumbuh berkembang. Peningkatan layanan kepada para nasabah pun terus dilakukan. Seperti diwujudkan dengan peresmian kantor baru Bank BPD DIY Syariah yang berada di Jalan Magelang Km 5,5, Sindudadi, Mlati, Sleman.


Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan perpindahan Bank BPD DIY Syariah ini juga sebagai momentum bahwa target aset BPD DIY Syariah telah melewati Rp1 triliun, yang mana saat ini hingga September 2020 telah menyentuh Rp1,3 triliun. Tren positif tidak hanya pada sisi aset. Dari penghimpunan dana, saat ini ada di posisi Rp566 miliar, kemudian dari sisi pembiayaan saat ini Rp753 miliar, dan dari laba Rp34,2 miliar.

Santoso mengungkapkan untuk penyaluran pembiayaan BPD DIY Syariah juga banyak mendukung sektor produktif. Seperti halnya mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), selain juga membantu untuk rumah sakit, perguruan tinggi, sekolah, dan berbagai kepentingan usaha masyarakat lainnya.

BPD DIY Syariah yang dipercaya masyarakat hingga saat ini, karena memiliki berbagai keunggulan. “BPD DIY Syariah ini melayani untuk semua kalangan [tidak hanya muslim]. Syariah sebuah sistem ekonomi, akadnya syariah. Ada orang yang memilih karena memang keyakinan, ada juga yang hitung-hitungan memang lebih menguntungkan,” ucap Santoso, Senin (24/10).

Ikuti Perkembangan Digital

Santoso mengungkapkan dari sisi produk Bank BPD DIY Syariah juga lengkap, ada deposito, giro, tabungan, mobile banking juga sudah ada. “Artinya bagi mereka yang punya tabungan di perbankan Syariah, transaksinya bisa menggunakan mobile banking, sama dengan konvensional, bayar retribusi bisa, bayar yang lain bisa, tidak ada masalah,” kata Santoso.

Dia menjelaskan sistem digital ini dibangun sendiri oleh BPD DIY. Pengembangan yang dilakukan secara mandiri tersebut membuat lebih efisien dibandingkan jika sistemnya sewa, karena setiap menambah lini produk sewanya bertambah.

Selain itu Bank BPD DIY Syariah juga dipercaya oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjalankan empat fungsi. Mulai dari fungsi setoran biaya penyelenggaraan dan perjalanan haji, fungsi pengelola dana manfaat, fungsi bank penempatan, dan fungsi bank mitra investasi.

Berkembang dan Keluarkan Terobosan

Berkat torehan gemilang Bank BPD DIY Syariah, berbagai prestasi pun telah diraih. Seperti Penghargaan dari Majalah Investor Bank Syariah Terbaik (Best Syariah 2020) kategori modal di bawah Rp2 triliun di tahun 2. Selain itu juga BPD DIY Syariah mendapat The Best Asset Quality Sharia Business Unit Commercial Bank 2020, dan The Most Efficient Sharia Business Unit Commercial Bank 2020.

Seiring berkembangnya BPD DIY Syariah dikatakan telah siap melakukan pemisahan spin off dari Unit Usaha Syariah menjadi Bank Umum Syariah pada 2023 sesuai amanat Undang-Undang No.21/2008. Santoso juga mengungkapkan BPD DIY Syariah juga akan terus melakukan inovasi, baik dari sisi produk layanan atau produk pembiayaan. Termasuk layanan digital, akan selalu disamakan dengan konvensional.

Terobosan ke depan, BPD DIY Syariah ingin menyasar rumah ibadah, panti asuhan. BPD DIY Syariah akan memberikan kemudahan pada masyarakat yang ingin memberikan infaq atau shodaqoh dengan menyediakan barcode atau melalui transfer. Terobosan kedua, BPD DIY Syariah ingin mendorong inklusi keuangan yang menyasar sekolah di bawah Kementerian Agama. Basis pesantren dapat menjadi pengembangan ekonomi. Termasuk BPD DIY Syariah juga akan terus mendorong berkembangnya UMKM.

“Kantor baru juga sekarang sudah semakin representatif luas tanah sekitar 2.100 meter luas bangunan 800 meter. Harapan di sana lebih nyaman, akses dari manapun cepat, karena dekat Ringroad. BPD DIY Syariah dapat berkembang terus, dengan semangat berkembang bersama,” ujarnya.

Adapun kinerja syariah Bank BPD DIY Syariah pada September 2020, aset senilai Rp1.311.665.896.480, pembiayaan Rp753.722.046.110, penghimpunan dana Rp566.153.704.122 dan laba Rp34.271.705.039.

Penghargaan yang diterima Bank BPD DIY Syariah antara lain Penghargaan dari Majalah Infobank, As Sharia with Predicate "EXCELLENT" In Financial Performance Throughout 2018 Sharia Business Unit (Sharia Awards 2019). Penghargaan dari Majalah Investor kepada PT Bank BPD DIY sebagai (Best Syariah 2019) Bank Syariah Terbaik 2019 kategori Unit Usaha Syariah di bawah Rp5 triliun. Kemudian penghargaan dari Majalah Investor Bank Syariah Terbaik (Best Syariah 2020) kategori modal di bawah Rp2 triliun. The Best Asset Quality Sharia Business Unit Commercial Bank 2020 dan The Most Efficient Sharia Business Unit Commercial Bank 2020.

Kantor Cabang BPD DIY Syariah meliputi Cabang Wonosari, Cabang UMY, Cabang UII, Cabang Kusumanegara, Cabang Godean dan Cabang Krapyak.