LPS Minta Warga Simpan Uang di Bank

LPS Minta Warga Simpan Uang di BankIlustrasi. - Freepik
09 Januari 2021 06:37 WIB Sugeng Pranyoto Ekbis Share :

JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meminta masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank. Imbauan itu dikeluarkan LPS menanggapi viralnya sebuah video di media sosial yang memperlihatkan tumpukan uang senilai total Rp15 juta di makan rayap. Uang itu disimpan lebih dari satu tahun di bawah kasur. Pemilik uang itu adalah tante dari Citra Permatasari yang tinggal di Woimenda, Sulawesi Tenggara. Citra mengaku uang itu disimpan di bawah kasur, karena lokasi rumah tantenya jauh dari bank. Sedianya, sang tante akan menggunakan uang itu untuk merenovasi rumah.

Menurut Sekretaris Lembaga LPS Muhamad Yusron, kejadian itu menjadi pembelajaran yang sangat berarti di mana sebaiknya masyarakat menyimpan uang di bank. "Apalagi uangnya cukup besar yakni Rp15 juta, sebaiknya disimpan di bank, sayang sekali uang yang tadinya akan digunakan untuk merenovasi rumah, kini dimakan rayap dan tidak bernilai lagi," kata Yusron saat dihubungi media, Kamis (7/1/2021).

Yusron menjelaskan menabung uang di perbankan sangat aman, apalagi uangnya bisa diambil kapan saja. "Nabung di bank dijamin oleh kami LPS, dengan maksimal tabungan Rp2 miliar. Jadi kalau banknya bangkrut atau ditutup, kami yang akan jamin, pastinya lebih aman," ujar Yusron.

Meski tempat tinggal jauh dari perbankan, Yusron berharap masyarakat tetap bisa nabung di bank. Karena, nabung di rumah sangat banyak risikonya. "Bisa di makan rayap uangnya, seperti kejadian tante Citra di Sulawesi Tenggara. Bisa juga kebakaran atau dicuri, jadi sangat riskan nabung di rumah," kata Yusron.

Saat ini, lanjut dia, jumlah bank yang ada di Indonesia ialah 110 bank umum dan 1.700 an Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Seluruh Bank yang beroperasi di wilayah Indonesia dijamin LPS sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. "Jadi masyarakat bisa pilih bank-bank itu untuk menabung uangnya. Lebih baik jauh, tapi aman, dibanding menabung di rumah yang banyak risikonya," kata dia.