Tahun Ini, Kemenhub Berikan Dana Rp3,4 Triliun untuk Operasional KA Ekonomi

Tahun Ini, Kemenhub Berikan Dana Rp3,4 Triliun untuk Operasional KA EkonomiMenhub Budi Karya Sumadi memberikan sambutan pada acara Penandatanganan Kontrak Penugasan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation) Angkutan Penumpang Kereta Api Kelas Ekonomi Tahun Anggaran 2021 di Stasiun Tugu Jogja, Minggu (14/2/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
15 Februari 2021 02:17 WIB Sirojul Khafid Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) memberikan dana bantuan pada PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) sebesar Rp3,448 triliun. Dana tersebut untuk operasional kereta api kelas ekonomi tahun 2021. Nilai ini naik dari tahun sebelumnya dengan angka Rp2,519 triliun.

Menurut Direktur Utama PT. KAI Didiek Hartantyo, peningkatan bantuan ini sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Sejak adanya Covid-19, jumlah penumpang kereta api menurun secara siginifikan. Selain adanya pembatasan kapasitas di kereta api, mobilitas masyarakat juga semakin turun, sesuai dengan anjuran pemerintah.

Selain perbaikan dalam pelayanan, PT. KAI juga akan menjamin keamanan para penumpangnya dengan tarif yang lebih terjangkau. Salah satunya dengan mengadakan cek GeNose di beberapa stasiun.

Baca juga: Duh....Hari Ini Kasus Kematian Akibat Covid-19 Tembus 33.000 Orang

“Diharapkan semakin banyak warga yang menggunakan kerata api karena tarif yang terjangkau,” kata Didiek dalam acara Penandatanganan Kontrak Penugasan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation) Angkutan Penumpang Kereta Api Kelas Ekonomi Tahun Anggaran 2021 di Stasiun Tugu Jogja, Minggu (14/2/2021).

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub RI Zulfikri mengatakan anggaran ini digunakan untuk kereta api ekonomi jarak jauh, sedang, dan dekat. Perkiraan penumpang kereta api jarak jauh sebesar 1,7 juta. Untuk jarak sedang sekitar 3,7 juta dan jarak dekat atau lokal sebesar 21 juta penumpang. Sementara untuk kereta api lebaran perkiraan mengangkut 26 ribu penumpang.

“Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek tahun ini akan melayani 166 juta penumpang. Termasuk yang baru KRL Jogja-Solo akan melayani sekitar 2,2 juta penumpang,” kata Zulfikri.

Baca juga: Pembatasan di Perbatasan Kulonprogo, 287 Kendaraan Terjaring Aparat

Dalam sambutannya, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan bantuan ini sebagai bentuk kehadiran negara secara konsisten. Bantuan ini juga sebagai dukungan pada PT. KAI untuk memberi layanan sampai ke pelosok.

“Kita tahu pelayanan PT. KAI yang prima harus selalu konsisten, harus selalu memberi arti bagi masyarakat. Pergerakan masyarakat dari satu tempat ke tempat lain harus benar-benar dilayani oleh PT. KAI,” kata Budi.

Selain meningkatkan pelayanan menggunakan dana yang ada, Budi juga meminta PT. KAI untuk memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes). Di masa pandemi, prokes menjadi hal yang sangat penting.