Era Pandemi, Serangan Siber Didominasi Sektor Jasa Keuangan

Era Pandemi, Serangan Siber Didominasi Sektor Jasa KeuanganIlustrasi kejahatan siber - Reuters/Dado Ruvic
07 Juli 2021 10:37 WIB Khadijah Shahnaz Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan para pelaku industri untuk mewaspadai resiko serangan siber.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan OJK saat ini mewaspadai beberapa potensi penyalahgunaan teknologi ini untuk keuntungan kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan cyber.

"Secara global satu dari empat serangan cyber atau 25,3 persen terjadi di sektor jasa keuangan selama pandemi," ujar Wimboh dalam Midyear Economic Outlook Bisnis Indonesia pada Selasa (6/7/2021).

BACA JUGA : Ancaman Serangan Siber ke UMKM Naik 51 Persen 

Wimboh pun mengatakan dengan adanya migrasi pola kerja dari work from office (WFO) ke work from home (WFH) menjadikan data-data sektor keuangan lebih terbuka dalam resiko serangan siber.

"Ini juga patut diwaspadai bagaimana trafik informasi itu sangat hectic di cyberspace. Ini juga bisa menimbulkan ada kaitanya dengan besarnya risiko cyber, terutama di sektor keuangan," jelas Wimboh

Dia juga menjelaskan informasi yang berada sektor keuangan itu sangat rahasia atau highly confidential dan bisa dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA : 495 Juta Serangan Siber Terjadi di Indonesia

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia