Pertumbuhan Ekonomi Naik Lebih Signifikan di Kota dengan Penetrasi Internet Tinggi

Pertumbuhan Ekonomi Naik Lebih Signifikan di Kota dengan Penetrasi Internet TinggiMenteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate dalam konferensi pers kedatangan vaksin Covid-19 tahap kesepuluh di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (30/4/2021). - ANTARA
13 Agustus 2021 07:47 WIB Dany Saputra Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kemajuan infrastruktur digital di suatu daerah dinilai memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan atau perkembangan ekonomi. Dalam artian, semakin maju infrastruktur digital di suatu daerah, maka dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Kepala Departemen Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri merujuk pada studi yang dilakukannya pada 2018, menyebutkan daerah dengan jaringan internet yang menjangkau lebih luas memiliki pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

“Studi yang kami lakukan pada 2018, melihat data pada 2017, kita bisa melihat dengan membandingkan berbagai daerah di Indonesia. Kota dan kabupaten yang memiliki penetrasi internet lebih tinggi, misalnya 50 persen, itu memiliki pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sebesar 0,4 persen dibandingkan dengan akses yang rendah,” tutur Yose pada Media Round Table: Menilik Pentingnya Konektivitas – Infrastructure for Tomorrow (i4t) secara virtual, Kamis (12/8/2021).

Yose menilai ada korelasi yang cukup signifikan antara keterjangkauan jaringan internet di suatu daerah dengan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.

Dia mengatakan dengan berjalannya waktu hingga saat ini, keterjangkauan jaringan internet seharusnya sudah lebih luas dibandingkan dengan tahun 2018, pada saat studi tersebut dilakukan.

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyebut pemerintah mendorong berbagai upaya untuk transformasi digital, baik di kehidupan sosial kemasyarakatan dan dunia usaha.

Johnny mengatakan kini jaringan internet digunakan oleh lebih dari 200 juta jiwa. “200 juta lebih pengguna setara dengan 73,7 persen dari populasi Indonesia. Jumlah koneksi ponsel bahkan mencapai 345,3 juta, atau 25 persen lebih banyak dari total penduduk,” katanya pada acara yang sama.

Hal tersebut, tambah Johnny, menjadikan Indonesia negara kelima terbesar pengguna internet di dunia. Bahkan, dengan adanya pandemi Covid-19, pengguna internet justru bertambah lebih banyak karena hampir seluruh kegiatan berpindah menjadi virtual.

Untuk menambah keterjangkauan internet di seluruh Indonesia, pemerintah melakukan berbagai proyek infrastruktur telekomunikasi. Salah satunya, yaitu pembangunan Satelit Multifungsi Satelit Indonesia Raya (Satria-1).

Pembangunan satelit tersebut menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) antara pemerintah, PT Satelit Nusantara Tiga (PSNT), dan mendapatkan pembiayaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) sebesar US$150 juta atau setara dengan Rp2,1 triliun. Kini, satelit tengah berada di tahap konstruksi dan ditargetkan untuk mengorbit pada akhir 2023.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia