Artotel Artspace dan Dedi Irawan Suguhkan Pameran Seni 'Healer'

Artotel Artspace dan Dedi Irawan Suguhkan Pameran Seni 'Healer'ARTOTEL ARTSPACE bekerjasama dengan seniman Dedi Irawan mempersembahkan pameran seni tunggal berjudul 'HEALER'. Pameran seni ini dibuka untuk umum dengan protokol kesehatan dari tanggal 2 November 2021 - 2 Januari 2022 di ARTSPACE ARTOTEL Yogyakarta - Ist
03 November 2021 09:47 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Artotel Artspace bekerjasama dengan seniman Dedi Irawan mempersembahkan pameran seni tunggal berjudul ‘HEALER’. Pameran seni ini dibuka untuk umum dengan protokol kesehatan dari tanggal 2 November 2021 - 2 Januari 2022 di Artspace Artotel Yogyakarta.

Dedi Irawan adalah seorang seniman asal Jogja yang menyelesaikan studi seni lukis di ISI Yogyakarta. Dedi sempat vakum dari dunia kesenian sejak 2015 namun kembali lagi dengan pameran tunggal bertajuk ‘Healer’. Pameran tunggal perdana ini sekaligus menjadi momen penting akan kembalinya ke dunia seni rupa.

Pameran tunggal juga akan dibuka oleh seniman Nano Warsono. Berbeda dengan karya lawasnya yang identik dengan bentuk figuratif dikombinasikan dengan pola geometris rapi dan repetitif. Dalam pameran tunggalnya kali ini, Dedi Irawan lebih banyak bermain dengan eksplorasi bentuk, garis, medium, komposisi warna cerah dan cenderung datar. Dedi Irawan akan menampilkan 10 karyanya dalam ‘Healer’. Termasuk diantaranya karya unik yang menggunakan media kaca.

‘Healer’ atau dalam bahasa Indonesia berarti penyembuh. Sementara penyembuh sendiri dalam gramatika bahasa merupakan kata benda yang berarti bahan atau obat yang menyembuhkan. Dalam pameran ‘Healer’ yang diusung oleh Dedi Irawan memang bukan semacam ajang berbagi vaksin atau penyembuhan. Dedi bukan juru selamat dengan dalil-dalil artistiknya.

Dedi hanyalah manusia biasa yang pada umumnya akan mengekspresikan dirinya secara relevan dalam konteks waktu yang khas pula. Kecepatan kini memiliki pengaruh signifikan terhadap proses penciptaan kreasi yang ia lakukan. Sebuah ekspresi untuk kembali pada yang 'fundamental' bisa dibaca sebagai representasi melihat secara intim kita sebagai manusia dalam kehidupan ini.

“Pameran seni yang diselenggarakan oleh ArtotelYogyakarta merupakan wadah yang kami sediakan untuk kreativitas para seniman muda, baik di Yogyakarta maupun dari luar kota. Selain itu kami juga ingin memberikan edukasi kepada para tamu mengenai seni kontemporer Indonesia. Kami juga berharap kegiatan ini dapat menjadi sumber inspirasi dan hiburan untuk siapa saja yang datang ke Artotel Yogyakarta. Tentu saja semua kegiatan ini akan dilakukan sesuai protokol yang berlaku," tutur Tuning Mamiek selaku General Manager Artotel Yogyakarta, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (3/11/2021). (ADV)