Ini Daftar 5 Bank Terbesar di Indonesia

Ini Daftar 5 Bank Terbesar di IndonesiaIlustrasi bank - Istimewa
09 November 2021 22:07 WIB Annisa Sulistyo Rini Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Perbankan sebagian besar telah merilis laporan keuangan hingga kuartal III/2021. Dari data yang dihimpun JIBI, 5 bank terbesar di Indonesia berdasarkan aset mencatat pertumbuhan pada periode tersebut, baik secara bank only maupun konsolidasi.

Pertumbuhan aset tersebut seiring dengan kenaikan penyaluran kredit perbankan dan juga pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). 

JIBI mencatat kelima bank terbesar tersebut membukukan aset secara total senilai Rp5.158,35 triliun secara bank only dan Rp5.641,84 triliun secara konsolidasi.

Secara tahunan, aset bank only 5 bank besar tersebut naik 10,27 persen yoy dari Rp4.677,77 triliun. Sementara, secara konsolidasi naik 11,57 persen dari Rp5.056,76 triliun.

Berikut daftar 5 bank terbesar di Indonesia berdasarkan aset bank only yang dihimpun JIBI:

1. BRI

Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai manditi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) di Jakarta./JIBI-Dedi Gunawan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan aset secara bank only terbesar dengan nilai Rp1.538,51 triliun pada kuartal III/2021, atau naik 13,16 persen yoy.

Kenaikan aset BRI sejalan dengan diselesaikannya pembentukan holding ultramikro yang melibatkan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

BRI mencatat kredit yang diberikan tumbuh 13 persen secara year-to-date (ytd) pada akhir kuartal III. Kredit yang diberikan meningkat dari sebesar Rp899,46 triliun per 31 Desember 2020 menjadi Rp1.017 triliun per 30 September 2021. 

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), BRI naik 1,26 persen ytd menjadi Rp1.135,3 triliun. Kenaikan tersebut berasal dari dana murah berupa giro dan tabungan (CASA) sebesar 1,14 persen ytd, dari sebelumnya Rp668,92 triliun menjadi Rp676,59 triliun. 

Adapun, BRI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp19,07 triliun hingga akhir kuartal III/2021. Perolehan laba tersebut naik 35 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,15 triliun.

Namun, jika dilihat secara konsolidasi, aset BBRI tercatat senilai Rp1.619,77 triliun atau masih di bawah Bank Mandiri, yang mencatatkan aset konsolidasian senilai Rp1.637,95 triliun.

2. Bank Mandiri

Nasabah mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) membukukan aset secara bank only senilai Rp1.283,32 triliun, naik 6,44 yoy dari Rp1.205,61 triliun. Nilai ini pun membuat Bank Mandiri menjadi bank terbesar kedua di Indonesia berdasarkan aset bank only.

Sementara, secara konsolidasi BMRI merupakan bank dengan aset terbesar senilai Rp1.637,95 triliun, naik 11,87 persen yoy. 

Segmen wholesale masih menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan kredit dengan peningkatan mencapai 7,93 persen secara yoy, yakni menjadi sebesar Rp533 triliun yang utamanya didorong oleh kinerja Commercial Banking dan Corporate Banking.

Selain itu, perseroan juga berhasil menjaga likuiditas yang tercermin pada peningkatan dana pihak ketiga (DPK) dari sebesar Rp1.024 triliun pada September 2020 menjadi Rp1.214 triliun di akhir September 2021 secara konsolidasi atau tumbuh 18,5 persen yoy. 

Adapun, BMRI mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp19,23 triliun, tumbuh 37,1 persen yoy hingga kuartal III/2021.

3. BCA

Nasabah melakukan transaksi lewat mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (28/3/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Di posisi ketiga, terdapat PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dengan aset bank only senilai Rp1.148,85 triliun pada kuartal III/2021. Nilai aset ini naik 16,53 persen yoy.

Secara konsolidasi, bank swasta terbesar di Tanah Air ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 16,50 persen yoy dari Rp1.003,63 menjadi Rp1.169,29 triliun. 

Pertumbuhan kredit ditopang oleh membaiknya permintaan dari segmen korporasi dan KPR, di mana kredit pada kedua segmen tersebut masing-masing naik 7,1 persen yoy dan 6,5 persen yoy mencapai Rp269,9 triliun dan Rp95,1 triliun. 

Sementara itu, dari sisi dana pihak ketiga (DPK) naik sebesar 18,3 persen yoy menjadi Rp923,7 triliun, sehingga mendorong total aset BCA tumbuh 16,5 persen yoy mencapai Rp1.169,3 triliun. 

Adapun, BCA membukukan perolehan laba bersih sebesar Rp23,2 triliun hingga September 2021, atau tumbuh 15,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

4. BNI

Nasabah bertransaksi di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank Negara Indonesia (BNI) di Jakarta, Kamis (11/6). Bisnis/Nurul Hidayat

Pada posisi keempat, terdapat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dengan aset secara bank only senilai Rp894,89 triliun, naik 5,58 persen yoy dari Rp847,57 triliun.

Secara konsolidasi, atau aset dengan memperhitungkan anak usaha, BBNI membukukan aset senilai Rp919,44 triliun, naik 0,271 persen yoy dari Rp916,95 triliun. 

Kenaikan tersebut ditopang oleh jumlah kredit yang diberikan secara konsolidasian mencapai Rp50,64 triliun atau tumbuh 3.16 persen secara ytd. Sementara, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) turun 1,60 persen secara ytd. 

Penurunan DPK disumbang dari simpanan tabungan dan deposito masing-masing sebesar 10 persen dan 5,79 persen. Adapun, BNI mencatat laba mencapai Rp7,7 triliun sepanjang periode Januari-September 2021, atau tumbuh 73,9 persen secara yoy. 

5. CIMB Niaga

Karyawati beraktivitas di salah satu cabang Bank CIMB Niaga di Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P

PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) membukukan aset senilai Rp292,78 triliun sepanjang kuartal III/2021 yang membuat bank ini menduduki posisi kelima bank terbesar dari sisi aset bank only. Aset ini tumbuh 4,86 persen yoy.

Sementara, secara konsoliasi, aset BNGA tercatat naik 4,86 persen dari Rp281,69 triliun menjadi Rp295,39 triliun.

BNGA mencatat kredit yang diberikan menyusut 2 persen secara ytd pada kuartal III tahun ini. Kredit yang diberikan dari sebelumnya sebesar Rp141,90 triliun per 31 Desember 2020 menjadi sebesar Rp139,63 triliun per 30 September 2021. 

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga, CIMB Niaga tumbuh 10 persen ytd menjadi Rp227,95 triliun. Kenaikan tersebut berasal dari penghimpunan dana murah (CASA), yaitu dana giro dan tabungan yang tumbuh sebesar 14 persen ytd, dari sebelumnya Rp123,72 triliun menjadi Rp140,73 triliun. 

Secara konsolidasi, laba BNGA naik 69 persen yoy dari laba periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar Rp1,86 triliun menjadi Rp3,14 triliun.

Sumber : JIBI/Bisnis.com