Advertisement

Ini Tiga Sektor yang Punya Peluang Besar Tumbuh pada 2022

Rika Anggraeni
Jum'at, 12 November 2021 - 03:37 WIB
Budi Cahyana
Ini Tiga Sektor yang Punya Peluang Besar Tumbuh pada 2022 Pekerja menyelesaikan pembuatan kursi pantai berbahan rotan di Tegal Wangi, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019). - Antara/Dedhez Anggara

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan terdapat tiga sektor yang berpeluang tumbuh pada 2022.

Menurut Aviliani, UKM hampir 70 persen hanya dimiliki oleh tiga sektor. Pertama, sektor perdagangan. Aviliani mengatakan, sektor ini merupakan sektor paling besar yang mendominasi dan menjadi penyumbang terbesar.

“Sektor perdagangan itu hampir 47 persen dari total kredit,” kata Aviliani saat dihubungi JIBI, Kamis (11/11/2021).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Kedua, sektor makanan dan minuman yang memiliki persentase sebesar 16 persen. Namun, Aviliani menegaskan, sektor ini hanya akan berjalan jika pariwisata juga berjalan. Artinya, sektor makanan dan minuman identik ke sektor pariwisata dan saling berhubungan.

Ketiga, sektor industri. Sektor ini memiliki persentase yang sama dengan sektor makanan dan minuman, yakni sebesar 16 persen. Industri yang dimaksud Aviliani adalah berupa barang-barang yang belum diolah menjadi barang jadi.

“Hanya tiga sektor itu saja. Jadi, kalau ditanya yang berpeluang di 2022, hanya itu saja enggak ada yang lain, karena UKM-nya hanya 3 itu saja,” jelasnya.

Seperti diketahui, sektor UMKM memiliki kontribusi dan merupakan salah satu sektor yang diprioritaskan pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, UMKM telah menjadi pelindung perekonomian ketika diterpa krisis, seperti yang terjadi pada 1998 dan 2008.

Airlangga menuturkan, keberpihakan pemerintah terlihat dari subsidi bunga kredit usaha rakyat atau KUR nol persen pada 2020 dan 3 persen tahun ini, serta melalui perpanjangan restrukturisasi kredit perbankan hingga 2023.

Advertisement

“UMKM penting karena menuju Indonesia Emas 2045, UMKM menjadi andalan dan tiangnya Indonesia. Selama ini, pemerintah memberikan keberpihakan kepada UMKM yang jumlah mencapai 64 juta,” ujar Airlangga dalam peluncuran buku miliknya, yang berjudul Pembiayaan UMKM, Kamis (11/11/2021).

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Tol Jogja YIA Lewati Dua Desa di Bantul, Akan Melintasi Perkampungan

Bantul
| Jum'at, 30 September 2022, 19:17 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement