Advertisement
JELAJAH MAGELANG: Lapak Pilar PKK Milenial, Wadah Pemasaran UMKM Kecamatan Tempuran
Galeri offline Lapak Pilar PKK Milenial di lantai 2 Gedung Kecamatan Tempuran, Magelang. - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang berinovasi membuat wadah untuk pemasaran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di wilayah ini. Wadah yang dirintis sejak awal 2020 ini dinamakan Lapak Pilar PKK Milenial.
Koordinator Pokok Kerja (Pokja) II PKK Kecamatan Tempuran, Andrian Pramujito menjelaskan Lapak Pilar PKK Milenial menjadi ruang transaksi jual beli produk-produk UMKM di Kecamatan Tempuran. "Wadah ini didesain dalam bentuk offline dan online," jelasnya, Rabu (17/11/2021).
Advertisement
Sistem offline berupa galeri UMKM yang dibuka di lantai 2 Gedung Kecamatan Tempuran. Ada ruang khusus untuk galeri produk UMKM yang bisa dilihat tamu yang datang ke kantor Kecamatan Tempuran. Harapannya mereka melihat dan lebih lanjut berbelanja produk-produk tersebut.
Adapun sistem online berupa menghimpun para pelaku usaha UMKM tersebut dalam sebuah wadah grup media sosial. Mereka bisa mempromosikan dan saling bekerjasama dengan pelaku usaha lain yang terkait.
Baca juga: Syukurlah...Sempat Didera 2 Klaster, Covid-19 di Sleman Berhasil Ditekan
"Kami juga membuatkan sistem transaksi online melalui media sosial seperti instagram dan facebook. Ada pula layanan pengantaran pesanan. Arah ke depan, kami ingin membuat sebuah aplikasi digital untuk jual beli online khusus UMKM dari Tempuran," jelas Andrian.
Di Kecamatan Tempuran, Andrian menyebutkan ada hampir seribu produk UMKM yang sudah terhimpun. Dari jumlah itu baru sekitar 300 yang masuk ke Lapak Pilar PKK Milenial. Di wadah ini, pelaku usaha tidak hanya dibantu penjualan, tetapi juga bisa berkonsultasi dan didampingi untuk peningkatan kualitas produk, desain label, kemasan, konsultasi gratis hingga promosi bahkan dengan membuat video.
Sejumlah produk dari UMKM di Tempuran ini berupa kerajinan bambu, fashion, kaus khas Tempuran, makanan kering, pamflet dan lainnya. Adapun untuk makanan basah, di galeri disediakan foto dan katalog sehingga konsumen yang menginginkan bisa memesan langsung ke pelaku usahanya.
"Setiap pelaku usaha yang melakukan transaksi diminta untuk mengisi form digital yang bertujuan untuk memantau perkembangan usaha UMKM tersebut," tambah Andrian.
Inovasi Lapak Pilar Milenial PKK Milenial ini berhasil memenangkan Lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) Kabupaten Magelang 2021 sebagai juara ketiga. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
Advertisement
Ancaman Kekeringan Tahun Ini Mengintai Sejumlah Wilayah di Bantul
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BSI Salurkan Zakat Rp289 Miliar ke BAZNAS, Terbesar di Indonesia
- Serapan Anggaran di DIY Masih Rendah, TKD Jadi Penopang
- Tempe Indonesia Tembus Chile, Nilai Ekspor Rp2,1 Miliar
- Inflasi DIY Maret 2026 0,45 Persen, Lebih Rendah dari Februari
- Aturan BBM Subsidi Baru, Logistik Nasional Terancam Terganggu
- WFH ASN Dimulai, Trafik Internet Diprediksi Tak Ada Lonjakan
Advertisement
Advertisement








