Advertisement
Kemendag: Aktivitas Pusat Belanja Modern Membaik
Pengunjung berada di dalam Mal Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (3/11/2021). - Antara/Aprillio Akbar\\r\\n
Advertisement
Harianjogjamcom, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut aktivitas pusat perbelanjaan modern sudah membaik.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan hadirnya pusat perbelanjaan baru di tengah pandemi menjadi sinyal membaiknya aktivitas perdagangan. Pusat perbelanjaan diharapkan konsisten menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga keyakinan konsumen.
Advertisement
“Memang aktivitas perdagangan di pusat perbelanjaan sudah membaik, terutama dengan kebijakan pemerintah yang merelaksasi kegiatan perdagangan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan penerapan aplikasi Peduli Lindungi yang sesuai PPKM berlevel,” kata Oke, Jumat (10/12/2021).
Meski kasus Covid-19 jauh lebih rendah dibandingkan dengan kondisi Juli 2021, Oke mengatakan pemerintah tetap memantau penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan.
“Kami senantiasa mengingatkan untuk disiplin penerapannya. Hal ini dalam rangka memberi jaminan rasa aman bagi konsumen,” tambahnya.
Data yang dihimpun Kemendag menunjukkan bahwa jumlah pusat perbelanjaan yang dipantau penerapan protokol kesehatannya berjumlah 180 unit atau 49 persen dai 367 mal anggota APPBI. Rata-rata tingkat kepatuhan tercatat mencapai 91,6 persen.
Namun terdapat tren penurunan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, terutama di luar Pulau Jawa dan Bali karena pemakaian aplikasi Peduli Lindungi belum ketat.
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan pengembangan pusat perbelanjaan masih berlanjut. Namun kehadiran pusat belanja baru diproyeksikan terbatas mengingat banyak pengembang yang menunda realisasi investasi.
“Sejak 2020 atau sejak awal pandemi banyak perencanaan pembangunan pusat perbelanjaan baru yang ditunda sementara waktu. Sehingga dalam waktu tiga tahun atau lebih sejak awal pandemi belum akan banyak pembukaan pusat perbelanjaan baru,” kata Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja, Jumat (10/12/2021).
Dia juga menjelaskan proyek pembangunan pusat perbelanjaan yang telah berlangsung 50 persen saat pandemi cenderung akan dilanjutkan demi menghindari kerugian yang lebih besar. Selain itu, tingkat okupansi pusat perbelanjaan baru juga masih di kisaran 50 persen, lebih rendah daripada rata-rata tingkat okupansi pusat perbelanjaan di Jabodetabek yang berada di level 70 persen pada kuartal III/2021.
Laporan Colliers Indonesia menunjukkan total area ritel mal mencapai 4,86 juta meter persegi per kuartal III/2021 di wilayah Jabodetabek. Luas area ini relatif stagnan menyusul tertundanya pembukaan mal baru akibat lonjakan kasus Covid-19 pada Juli dan Agustus 2021.
Adapun luas area ritel mal di Surabaya per semester II/2021 mencapai 1,2 juta meter persegi. Konstruksi mal-mal baru di Surabaya masih berlanjut meski dengan pertumbuhan yang melambat. Setidaknya ada 4 mal dalam proses konstruksi dan bakal menambah 70.000 meter persegi sampai 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Harda Kiswaya Beberkan Penerbitan SE di Sidang Hibah Sleman
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Taspen Tegaskan Perlindungan Peserta Seusai Vonis Kasus Penipuan
- Puluhan Ribu Kopdes Merah Putih Ditarget Beroperasi April 2026
- Bulog Rancang Pembayaran Digital Gabah Petani Mulai 2026
- Pembiayaan Utang APBN 2026 Naik Jadi Rp832 Triliun
- Pidato di WEF, Prabowo Optimistis Ekonomi Indonesia Lebih Kuat
- Penjualan Tiket Kereta Lebaran 2026 Dibuka Mulai 25 Januari
- Harga Emas Dunia Diproyeksikan Melejit dalam Empat Tahun
Advertisement
Advertisement



