Pemain Kian Banyak, Ekosistem Uang Kripto Makin Terbuka

Pemain Kian Banyak, Ekosistem Uang Kripto Makin TerbukaAplikasi Robot Trading besutan TokoCrypto yang dinamakan CryptoHero - TokoCrypto
13 Desember 2021 11:37 WIB Leo Dwi Jatmiko Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Tokocrypto, perusahaan perdagangan mata uang kripto (cryptocurrency), menyambut positif rumor pendirian perusahaan bursa kripto yang melibatkan oleh sejumlah perusahaan besar. 

Merujuk pemberitaan yang menyebut terjadi pembicaraan antara Binance, Telkom dan BCA dalam pembuatan perusahaan perdagangan mata uang kripto, CEO Tokocrypto Xue Kai Pang mengatakan ekosistem aset kripto akan makin matang seiring dengan hadirnya pemain baru. 

“Kami tetap bersemangat untuk setiap pengembangan aset kripto atau blockchain di Indonesia. Makin banyak yang bergabung akan membangun ekosistem yang inklusif,” kata Kai kepada Bisnis, Senin (13/12/2021). 

Dia berharap ke depan Tokocrypto dapat berkolaborasi dengan perusahaan bursa kripto tersebut, seandainya Telkom, Binance Holdings dan BCA sepakat membuat bursa kripto.

Tokocrypto, ujar Kai, akan terus mendorong agar aset kripto dan ekosistemnya bisa dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat Indonesia. 

“Kami berharap dapat berkolaborasi dengan BCA dan Telkom Indonesia,” kata Kai.  

Sebelumnya, dalam berita yang berjudul ‘Binance Weighs Crypto Venture With Richest Indonesian Family (1)’, Bloomberg melaporkan bahwa BCA bank tengah melakukan pembicaraan untuk membangun tempat pertukaran perdagangan cryptocurrency di Tanah Air bersama PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) dan Binance Holdings Ltd.  

Sumber anonim Bloomberg menyebut BCA dapat menjalin kemitraan dengan Binance melalui entitas terkait lainnya.  “Diskusi sedang berlangsung dan ketentuan kesepakatan dapat berubah,” kata sumber anonim.

Dalam perkembangannya, kabar tersebut dibantah oleh Bank BCA. Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn membantah perseroan terlibat dalam pembuatan perusahaan bursa kripto. 

“Dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Manajemen BCA tidak pernah mendiskusikan hal tersebut,” kata Hera.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia