Lewat Operasi Pasar, Pemerintah Terus Berupaya Stabilkan Harga Pangan

Lewat Operasi Pasar, Pemerintah Terus Berupaya Stabilkan Harga PanganMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau operasi pasar di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/12/2021). - Harian Jogja - Ist
30 Desember 2021 09:27 WIB Galih Eko Kurniawan Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAWA BARAT—Pemerintah terus berupaya menstabilkan harga pangan melalui operasi pasar guna menurunkan tren kenaikan harga beberapa bahan pangan menjelang akhir tahun ini.

Secara nasional pada Selasa (28/12/2021), harga bahan pangan mengalami kenaikan, seperti minyak goreng kemasan rata-rata Rp20.350, telur ayam ras Rp29.500 per kilogram dan cabai rawit merah Rp96.400 per kilogram.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan sebagai langkah nyata dalam meringankan beban masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan sembako, kementeriannya menerapkan beberapa langkah untuk mengurai berbagai persoalan di atas, melalui kebijakan maupun langkah taktis di lapangan dalam bentuk operasi pasar.

“Operasi pasar terus dilakukan terutama menjelang Tahun Baru 2022. Harapannya operasi pasar ini dapat membantu masyarakat untuk membeli sembako dengan harga khusus yang lebih murah,” tutur Menteri Airlangga saat meninjau operasi pasar di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/12/2021).

Hadir dalam operasi pasar itu anggota DPR RI Dito Ganinduto, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Mohammad Rudy Salahuddin, Bupati Bogor Ade Yasin serta perwakilan dari Kementerian Pertanian.

Ada pula Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto, Sekretaris Perusahaan Perum BULOG Awaludin Iqbal, Direktur Utama Pengelola Pasar Cileungsi Haris Setiawan, Direktur Sales PT HM Sampoerna Ivan Cahyadi, dan Direktur External Affairs PT HM Sampoerna Elvira Lianita.

Pada acara operasi pasar itu, Menko Airlangga berkesempatan untuk berdialog dengan para pelaku usaha kecil menengah baik binaan Sampoerna Retail Community (SRC), UKM Pemda Kabupaten Bogor, maupun beberapa pelaku pedagang pasar setempat.

Program SRC merupakan program pendampingan dan pengembangan UMKM dari PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) bagi toko kelontong tradisional. Program yang berjalan sejak 2008 ini berfokus pada pengembangan usaha dan peningkatan daya saing UMKM.

Saat ini, anggota SRC berjumlah 150.000 dan tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Bank Negara Indonesia (BNI) juga hadir dengan menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke beberapa UKM pedagang pasar.

Salah satu pemilik warung UKM, Budi, yang berasal dari Bogor Timur, mengaku sebelumnya sudah mendapatkan KUR dari BNI sebesar Rp50 juta tetapi dengan omzet warungnya sebesar Rp5 juta sehari, Budi memberanikan diri untuk mendapatkan tambahan KUR dari BNI.

Pada Rabu kemarin, momentum operasi pasar sembako ini juga dimanfaatkan masyarakat di sekitar Pasar Cileungsi untuk mendapatkan minyak goreng, telur ayam ras, cabai, bawang merah, bawang putih dengan harga yang terjangkau, terutama sebagai persiapan menjelang Tahun Baru 2022.

Masyarakat juga mengapresiasi operasi pasar yang dilakukan oleh Pemerintah di Pasar Cileungsi tersebut dengan dukungan dari Toko Tani Indonesia Kementerian Pertanian, Perum BULOG, PT Berdikari (Persero), dan Sinar Mas Group sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Selain urusan harga pangan, Menko Airlangga menyempatkan diri meninjau salah satu kios pupuk untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani sekaligus sebagai bukti kehadiran Pemerintah dalam upaya mengungkit produk dan daya saing di bidang pertanian.