Advertisement
Bisnis Data Center Diramalkan Tumbuh Pesat
Ilustrasi data center - Flickr
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pertumbuhan bisnis pangkalan data atau data center diproyeksikan tumbuhan dua digit pada 2022.
Sekjen Indonesia Data Center Provider Organization (IDPro) Teddy Sukardi mengatakan pada tahun depan akan ada segmen baru yang masuk ke pangkalan data.
Advertisement
Penyewa baru dari segmen layanan publik dan penyiaran, menurutnya, akan mulai ramai menggunakan layanan pangkalan data. Sementara perusahaan dagang-el dan perbankan, yang selama ini telah menggunakan layanan pangkalan data, akan menambah kapasitas dan berkembang.
Dengan tambahan tersebut diperkirakan bisnis pangkalan data pada tahun depan tetap sehat dengan pertumbuhan dua digit dibandingkan dengan 2021.
“Pertumbuhan data center dua digit hampir pasti pada tahun depan, karena ini termasuk sektor yang pertumbuhannya sehat,” kata Teddy, Kamis (30/12/2021).
Dia juga memperkirakan harga layanan sewa kapasitas atau server pada tahun depan akan makin terjangkau.
Persaingan akan mengarah pada kualitas layanan. Pangkalan data yang paling andal dan aman akan banyak digunakan.
“Tuntutan keandalan layanan pangkalan data pada tahun depan akan makin tinggi. Biaya penempatan server akan makin terjangkau,” kata Teddy.
Akusisi
Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) terus mengembangkan bisnis pangkalan data yang dimiliki.
Berdasarkan keterbukaan informasi Kamis (30/12/2021), Telkom mengambil alih saham PT Sigma Tata Sadaya, dengan nilai transaksi mencapai Rp2,1 triliun.
BACA JUGA: Perangi Klithih, Polisi Gelar Patroli Besar-besaran di Jogja
Nilai Rp 2,1 triliun tersebut terdiri atas Rp1,2 triliun dalam bentuk setoran uang tunai, sedangkan Rp856 miliar dalam bentuk lain yang mencakup tanah seluas 65.178 meter persegi senilai Rp 158 miliar dan bangunan serta perangkat Hyperscale Data Center (HDC) yang masih tahap konstruksi seluas 27.665,20 meter persegi senilai Rp697 miliar.
Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya menjelaskan transaksi yang dilakukan pada 27 Desember 2021 tersebut merupakan upaya konsolidasi data center di TelkomGroup.
“Diharapkan Telkom dapat lebih fokus dalam peningkatan kapabilitas dan value bisnis Data Center yang lebih optimal di masa mendatang,” kata Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Harga Emas Antam 8 April Melonjak Tajam, Nyaris Sentuh Tiga Juta
- Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Rencana Bank Indonesia
- Harga Emas Antam Melonjak, Tembus Rp2,85 Juta per Gram
- Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
- Forbes April 2026: Kekayaan Elon Musk Tembus Rp13.746 Triliun
Advertisement
Sterilisasi Bus di Parkiran Senopati Picu Penurunan Aktivitas Ekonomi
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 4,7 Persen di 2026
- Iuran Belum Naik, BPJS Kesehatan Pilih Suntikan Dana dan Pencegahan
- Melonjak, Ini Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 Kamis 9 April 2026
- KUHP Baru Ubah Arah Hukum Bisnis, Dunia Usaha Diminta Siap
- Utang Dijaga Ketat di Tengah Sinyal Ekonomi Menguat
- Plastik Naik Dua Kali Lipat, Usaha Jogja Mulai Tertekan
- Okupansi Hotel DIY Capai 63 Persen Saat Libur Paskah
Advertisement
Advertisement







